• News

  • Peristiwa

Akun Anonim @digeeembok Bongkar Kelakuan Para Petinggi Garuda

 Akun anonim @digeeembok bongkar kelakuan para petinggi Garuda.
Twitter
Akun anonim @digeeembok bongkar kelakuan para petinggi Garuda.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sebuah akun anonim dengan nama @digeeembok Dalam utas yang memuat hashtag #Dirutgarudakancut menyebut nama Roni Eka Mirsa sebagai 'germo'.

Akun tersebut membongkar adanya penyimpangan para petinggi Garuda. "Gerombolan Ari Akshara, Heri Akhyar dan Roni Eka Mirsa adalah TRIO LENDIR. Roni Eka Morsa aka 'PROVIDER' paham banget manfaatin celah Pramugrari untuk jadi santapan direktur atau setoran ke Pejabat." "Germo Jahat bernama: Roni Eka Mirsa."

Hal tersebut diamini oleh mantan pramugari yang identitasnya disamarkan. Dia bekerja sejak 2010. Dia mengatakan tidak terkejut dengan tweet dari akun Twitter @digeeembok yang membuka aib para direksi di masa Ari Ashkara yang akhirnya dipecat.

“Itu (cerita soal prostitusi di Garuda) benar. Benar, benar, benar sekali,” katanya seperti ditulis.

Salah satu tweet @digeeembok tentang prostitusi menyatakan: ‘’Germo Jahat yang memperlakukan pramugari sebagai ‘pelacur’ adalah seorang VP Awak Kabin Garuda. Teman-teman dekatnya atau pilot-pilot senior memanggil dia dengan panggilan ‘Provider’. Mau tahu siapa dia? Pak @erickthohir nih kualitas pegawai BUMN dah kaya germo.”

Pramugari itu bahkan mengaku mengenal orang yang dimaksud.

Di tempat kerja, salah satu petugas yang dimaksud adalah VP Cabin Crew, dan kejahatan itu sudah berlangsung sangat lama.

Bahkan, sebelum Ari Askhara menjadi bos Garuda.

“Dari dulu dia sudah begini, tapi beda kasusnya bukan ngejual pramugari ke petinggi, tapi lebih ke thread nomor 82 yang dicuit @digeeembok,” ujar pramugari itu.

Juga, menurut pengakuan pramugari itu, salah seorang pejabat tersebut menjalankan aksinya secara “bergerilya”, karena para pejabat Garuda yang dulu agak berbeda gaya kepemimpinannya dengan Ari Askhara.

Namun, pada saat ini, dia “lebih terbuka” karena dia didukung oleh bos itu, seperti Ari Askhara.

“Dari dulu kan dia main ‘halus’ sendirian karena atasan-atasan enggak ada yang kayak dia. Beda sama sekarang. Dia berani karena petingginya pun sekelas sama dia. Makanya baru ketahuan sekarang,” katanya.

Reporter : PD Djuarno
Editor : Sulha Handayani