• News

  • Peristiwa

Sutiyoso Sebut Pemindahan Ibu Kota Bakal Buat Warga Jakarta Lebih Nyaman

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso.
Istimewa
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso mengatakan, pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur (Kaltim), berpotensi membuat kehidupan masyarakat Jakarta lebih nyaman.

"Secara historis, Jakarta semula merupakan sebuah kota bandar kecil bernama Sunda Kelapa, tempat kapal-kapal asing bersandar untuk berdagang dan belanja rempah-rempah. Jumlah penduduknya diproyeksi hanya 250.000 orang," kata Sutiyoso dalam seminar nasional bertajuk 'Bagaimana Masa Depan Jakarta Pasca Ibukota Pindah' yang diselenggarakan DPD Korps Alumni KNPI DKI Jakarta di Lemhanas, Kamis (12/12/2019).

Setelah Proklamasi 17 Agustus 1945 dan Jakarta ditetapkan sebagai ibukota, lanjut dia, pembangunan pesat dilakukan, sehingga Jakarta menjadi kota yang sangat maju karena tak hanya menjadi pusat pemerintahan, tapi juga pusat bisnis.

Pertumbuhan ini membuat Jakarta dibanjiri pendatang dari berbagai daerah, sehingga Jakarta menjadi kota multietnis dan kota budaya, karena hampir semua etnis di Indonesia, ada di kota ini, dan Jakarta pun dijuluki sebagai miniatur Indonesia.

"Sekarang, coba cari kota di Indonesia yang dapat menyaingi Jakarta. Paling cuma Surabaya. Itu pun hanya hampir dapat menyaingi," ujar Sutiyoso.

Dari sisi geografis, sambung mantan kepala Badan Intelijen Negara (BIN) itu, 30 persen wilayah Jakarta berada di bawah permukaan air laut, dan Jakarta juga dilalui 13 sungai/kali yang berhulu di selatan (kawasan Bogor, Jawa Barat), dan berhilir di Teluk Jakarta, sehingga Jakarta menjadi wilayah rawan banjir, terutama banjir rob.

"Dengan kondisi geografis seperti ini, apalagi karena Jakarta merupakan provinsi paling kecil di Indonesia (luas Jakarta 661,5 Km2, red), Jakarta sebenarnya tidak ideal untuk sebuah Ibu kota. Jika kita mau mencari pembanding, wilayah yang cocok sebagai ibu kota adalah Canberra, ibukota Australia. Ibu kota itu hanya berfungsi sebagai pusat pemerintahan dan tertata dengan sangat baik," papar Sutiyoso.

Sutiyoso pun menilai, jika pemerintah memindahkan ibukota ke Kaltim, maka kehidupan warga Jakarta akan lebih nyaman. Karena selain lembaga-lembaga pemerintahan akan pindah, sehingga Jakarta tidak lagi menjadi padat, arus lalu lintas pun tak lagi terganggu oleh lewatnya iring-iringan pejabat pemerintahan dan tamu negara.

"Tapi bagaimana status Jakarta setelah tak lagi berstatus ibu kota, itu yang harus dipikirkan. Apakah akan tetap menjadi provinsi, kota, atau kota megapolitan dengan bergabung dengan Bogor dan Bekasi," pungkas Sutiyoso.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Irawan.H.P