• News

  • Peristiwa

Anggota Banser Dipersekusi dan Dicap Kafir, Novel: Enggak Usah Lebay dan Baper

Ketua Media Center Persaudaraan Alumni (PA) 212 Habib Novel Chaidir Hasan Bamukmin
Dokumentasi Netralnews
Ketua Media Center Persaudaraan Alumni (PA) 212 Habib Novel Chaidir Hasan Bamukmin

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Media Center Persaudaraan Alumni (PA) 212 Habib Novel Chaidir Hasan Bamukmin mengomentari peristiwa anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdatul Ulama (NU) yang dipersekusi, dipaksa menyebut takbir hingga dicap 'kafir' oleh seorang pria di Jakarta Selatan.

"Buat urusan persekusi oknum Banser kan sudah ahlinya, bahkan yang dipersekusi ulama-ulama besar," kata Habib Novel lewat pesan singkat kepada netralnews.com, Kamis (12/12/2019).

Habib Novel menyebut, dirinya merasa  ada yang aneh dengan kejadian tersebut. "Dalam hal ini saya kok agak aneh ya beberapa Banser dipersekusi oleh satu orang, kan aneh," paparnya.

Lebih lanjut, Sekjen Koordinator Pelaporan Bela Islam (Korlabi) ini menilai kejadian tersebut tak perlu dibesar- besarkan. Apalagi sampai dibawa ke jalur hukum. "Kalau memang benar enggak usah lebay dan baper gitu lah," tukas Habib Novel.

Pasalnya, lanjut Habib Novel, masih banyak tugas aparat kepolisian yang jauh lebih penting ketimbang mengurusi kasus yang menimpa anggota Banser itu, seperti kasus dugaan penistaan agama yang disebutnya melibatkan Sukmawati Soekarnoputri dan Gus Muwafiq. 

"Masih banyak yang harus dikerjakan oleh pihak kepolisiannya, yaitu untuk bisa fokus terhadap pelaku yang diduga melakukan tindakan pidana yaitu oleh Sukmawati dan Muwafiq yang sudah membuat gaduh negara ini," pungkasnya.

Sebelumnya, beredar video di media sosial (medsos) tindakan persekusi oleh seorang oknum terhadap anggota Banser. Diketahui, peristiwa itu terjadi pada Selasa (10/12/2019) di Jalan Ciputat Raya I Nomor 61, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Aksi persekusi itu berawal ketika anggota Banser bernama Eko dan rekannya berboncengan menggunakan sepeda motor dari Jalan Ciputat Raya.

Namun ada beberapa orang yang mengikuti korban. Kemudian ada seorang pelaku melontarkan kata-kata kasar kepada korban.

Dalam video yang viral, tampak dua anggota Banser itu mengenakan seragam bicara dengan seseorang yang merekam video sambil menunjuk-nunjuk mereka. Video itu diawali makian 'monyet' untuk bertanya di mana e-KTP kedua anggota Banser itu.

Dalam video berdurasi 1 menit 2 detik itu, tampak Eko dan temannya berseragam Banser, ditanya identitasnya oleh pelaku. Ia memanggil Eko dengan nama binatang.

"Mon**t mana e-KTP lu, gue mau lihat. Mana sinih identitas lu, ngapain di Jakarta, tanah gue Betawi, lu ngapain?" ujar pria tersebut.

“Gue tugas di sini, ngawal Gus Muwafiq,” jawab Eko tenang tapi tegas.

Pria yang mengenakan kaus lengan panjang dan bertopi hitam itu kemudian memaksa Eko untuk mengucapkan kata takbir.

"Lu takbir dulu sama gue, bareng ya. Takbir! Takbir! Takbir! Allahuakbar," seru pria itu.

Eko menolak dan mempertanyakan maksud pria tersebut memaksa mengucapkan takbir.

Karena penolakan Eko itu, nada bicara pria itu meninggi. “Lu Islam bukan? Ya udah takbir. (Eko jawab: buat apa?) Kok buat apa, lu kafir dong lu,” cecar pria itu.

Melihat ulah pria tersebut, Eko yang terlihat tetap tenang mengajak teman dia untuk meninggalkan pria tersebut.

"Eh ntar dulu, takbir dulu kalau muslim. Eh orang Islam itu harus takbir," ucap pria itu.

Mendengar apa yang disampaikan pria itu, Eko pun menjawab bahwa orang beragama Islam cukup mengucapkan kalimat syahadat. Namun pria itu terus mengumpat dan mengancam Eko.

“Syahadat itu kalau buat yang bukan dari Islam. Lu enggak usah ngajar-ngajarin gue, lu. Lu enggak bisa pulang lu, enak aja lu. Ngapa lu. Gue cegat lu, semua jawara di sana," ancam pria itu.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli