• News

  • Peristiwa

Orang Tua Berperan Penting Cegah Pornografi pada Anak

Ilustrasi anak kecanduan pornografi.
Istimewa
Ilustrasi anak kecanduan pornografi.

SLEMAN, NETRALNEWS.COM -  Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (P3AP2KB) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menekankan peran pengawasan orang tua di era kemajuan teknologi dalam upaya pencegahan pornografi di kalangan anak-anak.

"Perkembangan teknologi Informasi yang saat ini tidak dapat dihindari, namun penting para orang tua dan pendidik untuk membimbing dalam masa perkembangan anak," kata Sekretaris Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman Tina Hastani di Sleman, Jumat (13/12/2019).

Menurut dia, pihaknya terus melakukan sosialisi di masyarakat untuk memberikan penguatan serta pemahaman dan komitmen bersama dari masyarakat dan berbagai pihak.

"Sosialisasi kami lakukan juga kepada tenaga pendidikan, Satuan Tugas Penanganan Masalah Perempuan dan Anak, serta Forum Anak Sleman," katanya.

Ia mengatakan, kemajuan teknologi tidak bisa dihindari, tetapi harus disikapi dengan bijak.

"Karena tidak sedikit juga hal-hal yang berbau negatif didapat dari kemajuan teknologi tersebut bagi tumbuh kembang anak," katanya.

Tina mengatakan, perlindungan anak menjadi tanggung jawab semua pihak, yakni dari keluarga, masyarakat dan pendidikan.

"Sehingga semua pihak harus berkomitmen karena siklus hidup anak ada di tiga kelompok tersebut dengan pembagian 8 jam di sekolah, 8 jam di masyarakat dan 8 jam di keluarga," katanya.

Tenaga Ahli Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Kabupaten Sleman Ifa Aryani mengatakan peran orang tua dalam menjaga anak dari hal-hal yang berbau pornografi menjadi mutlak.

"Tidak sedikit orang tua yang salah dalam menghadapi situasi dan kondisi ketika menemukan sang anak kedapatan mengkonsumsi materi berbau pornografi," katanya.

Menurut dia, dengan orang tua salah dalam bertindak, maka semakin memperburuk keadaan dengan anak.

"Kadang ketika kita menciptakan situasi yang penuh dengan emosi maka anak akan semakin takut untuk terbuka dan itu yang menyebabkan banyak anak yang secara diam-diam mengkonsumsi pornografi tanpa bekal pengetahuan apa-apa," katanya dilansir dari Antara.

 

Editor : Widita Fembrian