• News

  • Bisnis

Tips Agar Produk UKM Anda Laku di Pasar Internasional.

Kemendag dukung UMKM Indonesia tembus pasar Internasional.
Solopos
Kemendag dukung UMKM Indonesia tembus pasar Internasional.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Melihat semakin pentingnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Kementerian Perdagangan kini menitikberatkan programnya pada peningkatan kapasitas UMKM Indonesia khususnya untuk ekspor.

Hal itu merupakan wujud dukungan Kementerian Perdagangan terhadap pengembangan UMKM di Indonesia agar produk-produknya dapat lebih dikenal luas dan mampu bersaing di pasar global.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Perdagangan RI Agus Suparmanto saat menghadiri acara Brilianpreneur 2019 UMKM Export yang dibuka Presiden RI Joko Widodo di Jakarta Convention Center.

“Saat ini, berbagai upaya dan program bantuan pemerintah untuk UMKM terus ditingkatkan Kementerian Perdagangan, khususnya yang berorientasi ekspor. Tujuannya agar pelaku UMKM mendapatkan peluang yang sama untuk ekspor, mudah memperoleh bahan baku dan fasilitas pembiayaan, serta dapat memperoleh akses pasar ekspor,” ujar Mendag, dalam siaran persnya, Sabtu (21/12/2019).

Dalam melakukan promosi ekspor ke pasar internasional, Kementerian Perdagangan juga terus memperkuat peran dan kinerja perwakilan perdagangan, baik Atase Perdagangan maupun Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) untuk membantu para pelaku UMKM, baik dalam mempromosikan produknya dan mencari buyers di luar negeri, sehingga dapat melakukan transaksi ekspor.

“Peran Atdag dan ITPC, jelas tidak hanya mengikuti pameran dagang, tetapi sekaligus berperan sebagai agen pemasaran para pelaku usaha Indonesia,” tegas Mendag.

Dalam memberikan informasi peluang pasar kepada UMKM, Kementerian Perdagangan juga terus melakukan peningkatan kajian intelijen pasar dan jaringan dengan para buyers, asosiasi, dan kamar dagang di negara akreditasi.

Pada Brilianprenuer 2019, Kementerian Perdagangan melalui perwakilan perdagangan di luar negeri mendatangkan 82 buyers internasional. Para buyers berasal dari Amerika Serikat, Meksiko, Kanada, Chile, Vietnam, Jepang, Tiongkok, Filipina, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Spanyol, Italia, Belanda, Prancis, Inggris, dan Australia. Upaya ini sekaligus merupakan bagian dari promosi produk UKM agar memperoleh pasar ekspor yang lebih luas.

Dalam acara ini hadir pula perwakilan perdagangan Indonesia yang telah menyelesaikan lima penandatanganan nota kesepahaman (MoU) transaksi dagang UMKM dengan buyers negara mitra. Nilai transaksi potensial tercatat mencapai USD 116 juta. Produk yang akan diekspor antara lain adalah produk bio mass, produk perikanan, serta makanan dan minuman. Nilai kontrak terbesar diperoleh dari kerja sama PT. International Green Energy dengan Tokyo Sangyo Co. Ltd untuk produk bio mass dengan nilai USD 105,6 juta.

Selain kelima penandatangan tersebut, diperkirakan selama acara berlangsung juga akan dilakukan penambahan 30 penandatanganan transaksi perdagangan dalam MoU lainnya.

Editor : Sulha Handayani