• News

  • Peristiwa

Tolak Pembangunan Hotel, Forum Seniman Peduli TIM Gelar Aksi Senyap

Forum Seniman Peduli TIM menolak pembangunan hotel di TIM
foto: istimewa
Forum Seniman Peduli TIM menolak pembangunan hotel di TIM

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pembangunan hotel oleh Pemprov DKI Jakarta sebagai bagian dari revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM) melahirkan pro dan kontra. Forum seniman peduli TIM menganggap pembangunan tersebut tak sejalan dengan visi sebagai pusat kesenian.

"Pembangunan hotel sangat tidak sejalan dengan visi menjadikan TIM sebagai pusat kesenian. Pemprov DKI Jakarta telah melakukan kesalahan yang sangat fatal dengan menyerahkan pengelolaan TIM kepada Jakarta Propertindo (Jakpro) dengan masa kontrak 28 tahun," kata Koordinator aksi Forum Seniman peduli TIM, Tatan Daniel, Senin (23/12/2019).

Menurut Tatan, pembangunan itu merupakan keputusan sepihak. Pembangunan hotel terlalu mengedepankan sisi komersial di pusat kesenian Jakarta dan merupakan keputusan yang keliru.

"Dalam revitalisasi TIM, Pemprov DKI tidak melibatkan seniman sebagai stakeholder utama yang selama ini menggerakkan TIM dengan karya-karyanya  yang  sangat  reputatif.  Jakpro  maupun  pemprov  DKI hanya bicara  dengan  beberapa  orang  seniman  yang  tidak  mewakili  dan  tidak merepresentasi seniman di Jakarta, karena mereka hanya merepresentasi kepentingan mereka pribadi," lanjut Tatan.

Masih menurut Tatan, sebagai bentuk pernyataan sikap perlawanan atas kebijakan sepihak Pemprov DKI Jakarta yang telah memandang sebelah mata terhadap kesenian dan kebudayaan yang hendak “dikomersialkan” melalui Jakpro, Forum Seniman Peduli TIM melakukan “Silent Action".

"Dengan jumlah kurang lebih 50 orang, Forum Seniman Peduli TIM akan bergerak dari Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki pukul 10.00 WIB menuju Balai Kota DKI Jakarta hingga pukul 12.00 WIB. Selanjutnya Silent Action bergerak ke Tugu Tani hingga pukul 13.00 WIB dan kembali ke Taman Ismail Marzuki," kata Tatan.

Dalam tuntutannya, Silent Action menegaskan kembali isi "Pernyataan Cikini", dengan 3 tuntutan:
1.  Menolak pembangunan hotel di TIM.
2.  Menolak JAKPRO Mengelola TIM.
3.  Cabut Pergub Nomer 63 tahun 2019 tentang “Penugasan Kepada Perseroan Terbatas Jakarta Propertindo (Perseroan Daerah) Untuk Revitalisasi Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki".

"Silent Action atau aksi senyap secara simbolik akan membawa karangan bunga duka cita, mengibarkan bendera kuning tanda berkabung sambil menutup sebelah mata dengan telapak tangan, tidak bicara, tidak makan, tidak minum, tidak merokok, tidak membuat kegaduhan dan tidak membuang sampah sembarangan selama aksi berlangsung," pungkas Tatan.

Editor : Taat Ujianto