• News

  • Peristiwa

Teleskop Spitzer NASA Tangkap Pemandangan Salju di Luar Angkasa

Teleskop Luar Angkasa Spitzer milik NASA menangkap gambar bintang seperti salju.
Daily Mail
Teleskop Luar Angkasa Spitzer milik NASA menangkap gambar bintang seperti salju.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Teleskop Luar Angkasa Spitzer milik NASA menangkap gambar menakjubkan dari bintang-bintang yang baru lahir, berkilau ketika bintik-bintik merah muda dan merah berjajar dalam pola yang menyerupai kepingan salju.

Dijuluki 'Snowflake Cluster', para ilmuwan percaya struktur bayi ini baru berusia 100.000 tahun dan belum beranjak dari tempat mereka dilahirkan. Bintang-bintang yang baru lahir terlihat bersembunyi di balik debu tebal di bagian yang disebut 'Christmas Tree Cluster'.

"Awan pembentuk bintang seperti ini adalah struktur yang dinamis dan berkembang. Para ilmuwan percaya bahwa ini adalah bintang yang baru lahir, atau 'protostars'," tulis NASA, dilansir dari laman Daily Mail, Selasa (31/12/2019).

Sehari setelah kepingan salju terlihat di luar angkasa, teleskop NASA menangkap gambar luar biasa lain dari apa yang tampak seperti api yang menembus celah kosong. Gambar ini menyoroti Perseus Molecular Cloud, yang merupakan kumpulan besar gas dan debu yang membentang sepanjang 500 tahun cahaya.

Cahaya api adalah hasil dari radiasi infra merah dari debu hangat dan gugusan bintang yang menerangi awan di sekitarnya seperti Matahari yang menerangi langit yang berawan saat matahari terbenam.

Awan Molecular Perseus adalah rumah bagi banyak bintang muda dan terletak di tepi Perseus Constellation. Ini berisi lebih dari 10.000 massa matahari gas dan debu yang meliputi area ukuran dua derajat.

Cahaya inframerah yang dipancarkan dari gas dan bintang-bintang tidak terlihat oleh mata manusia, tetapi, Spitzer dirancang untuk menangkap pencahayaan objek hangat. Di sebelah kanan awan besar ini terdapat sekelompok bintang muda yang cemerlang yang dikenal sebagai NGC 1333 yang berjarak 1.000 tahun cahaya dari Bumi.

"Wilayah ini memberi tahu para astronom bahwa ada sesuatu yang kita tidak mengerti tentang pembentukan bintang. Itu salah satu daerah favoritku untuk belajar," kata Luisa Rebull, seorang astrofisikawan di Ilmu Inframerah NASA 'Arsip di Caltech-IPAC yang telah mempelajari NGC 1333.

Pada 30 Januari 2020, NASA akan menonaktifkan Teleskop Luar Angkasa Spitzer, tetapi warisannya telah membuka jalan bagi observatorium yang akan datang, termasuk James Webb Space Telescope, yang juga akan mengamati cahaya inframerah.

Data Spitzer-MIPS yang digunakan untuk gambar ini adalah pada panjang gelombang inframerah 24 mikron. Kesenjangan kecil di sepanjang tepi gambar ini yang tidak diamati oleh Spitzer diisi dengan menggunakan data 22-mikron dari Wide-Field Infrared Survey Explorer (WISE) NASA.

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Widita Fembrian