• News

  • Peristiwa

Corong Rakyat: Munir Menangis Jika Aktivis HAM Lindungi Novel Baswedan

Penyidik KPK, Novel Baswedan.
Istimewa
Penyidik KPK, Novel Baswedan.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kelompok massa yang tergabung dalam Corong Rakyat menggelar unjuk rasa tutup tahun 2019 di Kejagung, Jakarta Selatan, Selasa (31/12/2019).

Dalam aksinya, massa mendesak Kejagung agar kasus lama sarang burung walet penganiayaan dan dugaan pembunuhan oleh penyidik KPK Novel Baswedan agar dibuka kembali.

"Keluarga korban sudah memenangkan praperadilan deponering Presiden atas kasus Novel, maka sudah selayaknya Jaksa Agung segera melimpahkan berkas Novel ke Pengadilan," kata Koordinator aksi Corong Rakyat Ahmad saat berorasi.

"Negara dan pejuang HAM haram melindungi pembunuh berdarah dingin seperti Novel," tegasnya. 

Ahmad menilai, tidaklah fair jika kasus penyiraman Novel terungkap, tapi kasus lama burung walet di hentikan. Kata dia, demi keadilan dan masa depan penegakan hukum yang adil maka jangan ada diskriminasi sebab semua warga negara sama dimata hukum.

"Novel jangan diistimewakan, dan dia bukan superman sehingga kebal hukum. Saatnya adili dan sidangkan Novel Baswedan, karma menantimu," serunya.

Lebih jauh, Ahmad mengingatkan agar para pendukung Novel yang gencar memperjuangkan nilai-nilai HAM bisa sadar dan memahami keadaan korban maupun keluarga korban yang pernah dianiaya oleh Novel.

"Kami merasa terpanggil untuk menyadarkan para aktivis HAM yang sudah kehilangan mata hatinya. Jadi lucu sekali jika pejuang ham malah berpihak kepada pembunuh, bisa menangis Munir," katanya.

Selain itu, pihaknya juga mendesak agar mengusut 4 dugaan pidana yang dilakukan Novel dalam perkara suap sengketa pemilihan kepala daerah yang melibatkan bekas ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar. Yakni memaksa orang memberi keterangan di bawah sumpah palsu, dugaan penyalahgunaan kewenangan, indikasi perampasan kemerdekaan orang, dan indikasi tindak pidana menyuruh orang memberikan keterangan palsu di media massa. 

"Kami mengultimatum kepada para elit kekuasaan mulai dari Presiden, Jaksa Agung dan Kapolri untuk menegakkan keadilan seperti tercantum pada Sila Pancasila. Stop melindungi pelanggar ham dan pelaku pidana. Segera limpahkan berkas perkara Novel Baswedan ke Pengadilan," pungkasnya.

Mereka mengancam akan menggelar aksi rutinan ke Kejagung hingga berkas Novel Baswedan ditindaklanjuti dengan melimpahkan ke Pengadilan.

 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Widita Fembrian