• News

  • Peristiwa

Kasus Sarang Walet, Corong Rakyat: Limpahkan Segera Berkas Novel ke Pengadilan! 

 Kelompok massa mengatasnamakan Corong Rakyat kembali berunjuk rasa di depan Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Senin (6/1/2020).
Netralnews.com/Adiel Manafe
Kelompok massa mengatasnamakan Corong Rakyat kembali berunjuk rasa di depan Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Senin (6/1/2020).

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kelompok massa mengatasnamakan Corong Rakyat kembali berunjuk rasa di depan Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Senin (6/1/2020). 

Dalam aksinya, massa meminta Jaksa Agung terketuk pintu hatinya untuk membuka kembali kasus sarang burung walet di Bengkulu pada 2004 silam yang menyeret nama penyidik KPK Novel Baswedan.

"Kami berharap keadilan datang kepada para korban dan keluarganya yang telah dianiaya oleh Novel Baswedan. Kami berdoa suara kami bisa terealisasi, limpahkan segera berkas Novel ke Pengadilan," kata Koordinator Corong Rakyat Ahmad saat berorasi.

"Kasus (penyiraman air keras) Novel sudah diungkap. Gantian dong ungkap kasus dugaan penganiayaan dan pembunuhan Novel," sambungnya. 

Ahmad menilai, apa yang dilakukan Novel adalah bentuk kejahatan kepada masyarakat Bengkulu. Karenanya, ia 

menegaskan bahwa Jaksa Agung harus segera melimpahkan berkas perkara Novel ke pengadilan. 

"Kasus ini harus diusut tuntas dan proses hukumnya harus dilanjutkan. Ini demi asas keadilan dan kepatutan, sehingga kasus ini harus segera diproses kembali," sambungnya.

Lebih jauh, Ahmad menyebut selama ini pemerintah selalu menyuarakan keadilan dan asas equality before the law maka seharusnya proses hukum terhadap kasus yang diduga melibatkan Novel mesti dilanjutkan. 

"Dimana asas keadilan bagi pelaku tindak pidana penganiayaan berat sampai menyebabkan korban meninggal?. Kami katakan Novel bukan manusia super karena masih menghirup udara segar," ujar Ahmad. 

"Apabila Kejaksaan Agung tidak melanjutkan kasus Novel maka kami akan melakukan perlawanan dan menyiapkan aksi yang lebih besar lagi," pungkasnya.

Saat menggelar aksi, massa membawa spanduk yang bertuliskan tuntutan agar Novel Baswedan diadili. Selain itu mereka juga bertelanjang dada sambil

mengenakan topeng berwajah Novel Beswedan sebagai aksi simbolik perlawanan.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli