• News

  • Peristiwa

Komisioner KPU Terjerat Kasus Suap, Ketua PBNU: KPK Jangan Tebang Pilih

Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj
nu.or.id
Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj

JAKARTA, NETRALNEWS.COM -  Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendukung langkah KPK dalam melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

Wahyu terjaring OTT KPK pada Rabu (8/1/2020) lalu karena diduga menerima suap dari politisi PDIP Harun Masiku untuk memuluskan caleg asal Sumatera Selatan itu menduduki kursi DPR periode 2019-2024  menggantikan Nazarudin Keimas.

"Kalau memang itu sudah ada bukti-bukti yang jelas dan kuat, saya dukung pemberantasan korupsi," kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di Gedung Persekutuan Gereja di Indonesia (PGI), Jakarta, Sabtu (11/1/2020).

Said Aqil pun berharap, KPK tidak tebang pilih dalam menangani kasus tersebut.
"Saya harapkan KPK tidak tebang pilih, harus betul juga. (Hukum harus juga) tajam ke atas bukan tajam ke bawah atau ke samping," ujarnya.

Diketahui, KPK telah menetapkan empat orang tersangka dalam kasus suap pada  proses PAW  anggota DPR dari PDIP.

Selain Komisioner KPU Wahyu Setiawan, KPK juga telah menetapkan tiga tersangka lainnya, yakni mantan anggota Bawaslu atau orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina (ATF), kader PDIP Harun Masiku (HAR), dan Saeful (SAE) dari unsur swasta.

KPK juga telah menahan Agustiani di Rutan Cabang KPK di belakang Gedung Merah Putih KPK dan Saeful di Rutan Cabang KPK di Gedung KPK lama. Untuk tersangka Harun, KPK masih mengimbau agar yang bersangkutan menyerahkan diri.
 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Irawan.H.P