• News

  • Peristiwa

Geram dengan Ulah BUMN Rekayasa Laporan Keuangan, Komisi VI: BPK Harus Audit Semuanya

Anggota Komisi VI DPR Mohammad Toha.
DPR RI
Anggota Komisi VI DPR Mohammad Toha.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Anggota Komisi VI DPR Mohammad Toha geram dengan perilaku sejumlah BUMN yang kerap merekayasa laporan keuangan (lapkeu) atau yang dikenal window dressing.

Menurutnya, perbuatan merekayasa lapkeu mengindikasikan adanya ketidakberesan di perusahaan- perusahaan plat merah tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Toha menanggapi pengakuan Menteri BUMN Erick Thohir yang mengungkapkan modus sejumlah BUMN yang merekayasa laporan keuangannya agar tidak diketahui merugi.

Selain Erick, BPK juga menemukan fakta terjadinya pemalsuan laporan keuangan yang dilakukan PT Jiwasyara, dan PT Asabri. Perilaku manipulasi laporan keuangan juga pernah dilakukan PT Garuda Indonesia.

"Perilaku BUMN yang memoles laporan keuangan itu bikin jengkel. Laporan keuangan saja dimanipulasi berarti kan ada yang tidak beres dengan perusahaan itu," kata Toha di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Karenanya, Toha menilai, BPK harus mengaudit semua laporan BUMN. Dalam skala prioritas, BPK harus mengaudit semua BUMN jasa keuangan.

"BUMN di bidang jasa keuangan menjadi prioritas karena jangan sampai kasus Jiwasraya dan Asabri terjadi di perusahaan lainnya," ujar politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Toha pun mengingatkan Menteri BUMN untuk benar-benar mengawasi perusahaan plat merah agar tidak ada lagi yang berani menyusun laporan keuangan yang sudah dimodifikasi.

"Pengawasan oleh Kementerian BUMN juga menjadi penting agar kasus sama tidak terulang. Bagaimana mungkin Kementerian BUMN bisa ditipu dengan laporan keuangan yang sudah direkayasa. Kan aneh," pungkasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Irawan.H.P