• News

  • Bisnis

Dolar AS Alami Penguatan Jumat Pagi, Ternyata Ini Penyebabnya

Mata uang dolar AS.
Istimewa
Mata uang dolar AS.

NEW YORK, NETRALNEWS.COM - Kurs dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), setelah beberapa rilis data melukiskan gambaran ekonomi AS yang positif.

Kondisi itu membalikkan pelemahan sebelumnya menyusul kesepakatan awal antara Amerika Serikat dan China untuk mengurangi perang perdagangan mereka.

Penjualan ritel Amerika Serikat meningkat untuk bulan ketiga berturut-turut pada Desember, dengan rumah tangga membeli berbagai barang bahkan ketika mereka mengurangi pembelian kendaraan bermotor, menunjukkan ekonomi mempertahankan laju pertumbuhan moderat pada akhir 2019.

Ukuran aktivitas manufaktur di wilayah negara bagian Mid-Atlantic AS juga rebound pada Januari ke tingkat tertinggi dalam delapan bulan, dan prospeknya adalah yang paling cerah dalam lebih dari satu setengah tahun, kata Federal Reserve Bank of Philadelphia.

Data lain menunjukkan bahwa jumlah orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran turun lebih besar dari yang diperkirakan pada minggu lalu.

"Data positif, terutama angka Philly Fed," kata Greg Anderson, kepala global strategi valuta asing di BMO Capital Markets di New York. Ini "mengurangi kemungkinan resesi, yang sudah rendah."

Indeks dolar AS terakhir 97,329, naik 0,10 persen pada hari itu, setelah jatuh ke 97,085 sehari sebelumnya, yang merupakan posisi terendah sejak 8 Januari.

Dolar AS telah melemah sejak Amerika Serikat dan China pada Rabu (15/1/2020) menandatangani kesepakatan di mana China akan meningkatkan pembelian barang dan jasa AS sebesar 200 miliar dolar AS selama dua tahun dalam pertukaran untuk penurunan beberapa tarif.

Tetapi tarif 25 persen untuk barang-barang industri dan komponen industri China senilai 250 miliar dolar AS yang digunakan oleh pabrikan AS, dan tarif pembalasan China atas lebih dari 100 miliar dolar AS barang AS, akan tetap dipertahankan.

"Untuk dolar, itu adalah kantong beragam ... itu akan berarti pertumbuhan AS yang lebih tinggi tahun ini, tetapi juga berarti pertumbuhan asing yang lebih tinggi tahun ini dan lebih sedikit risiko di luar negeri, dan itu cenderung menarik modal keluar dari AS dan menjadi dolar negatif," kata Anderson.

Franc Swiss sedikit lebih lemah terhadap greenback, setelah mencapai tertinggi 16-bulan sebelumnya pada Kamis (16/1/2020). Franc terakhir mencapai 0,96, level terkuat sejak September 2018.

Amerika Serikat pada Senin (13/1/2020) menambahkan Swiss ke dalam daftar pengawasannya tentang manipulator mata uang, yang menurut para analis dapat mencegah bank sentral Swiss, Swiss National Bank (SNB), melakukan intervensi untuk mencoba membatasi apresiasi lebih lanjut terhadap franc.

 

 

 

Editor : Widita Fembrian