• News

  • Peristiwa

Bangun Assessment Center, Ini Tujuan Polri

Ruang Assessment Center Mabes Polri.
Istimewa
Ruang Assessment Center Mabes Polri.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia Irjen Pol Eko Indra Heri meresmikan ruang Assessment Center Mabes Polri.

Melalui siaran pers, Sabtu (18/1/2020), menyebutkan bahwa Assessment Center di tingkat Mabes Polri maupun polda dituntut semakin berkualitas. Untuk mewujudkannya, pengembangan sarana prasarana dilakukan di tingkat Mabes Polri dan polda.

Assessment Center yang sebelumnya menggunakan metode konvensional kini berubah menjadi simulasi menggunakan komputer.

Dalam mengelola SDM, Polri membangun Assessment Center Polri sebagai sarana untuk menguji kompetensi personel Polri, khususnya pada kemampuan manajerial.

Sejak 2019, seluruh polda telah memiliki peralatan computer assisted test (CAT) berikut sarana pendukungnya.

"Sehingga pengembangan ( Assessment Center) di Mabes Polri juga harus dilakukan," kata Irjen Eko.

Pengembangan Assessment Center di Mabes Polri meliputi perluasan area assessment center, penambahan jumlah peralatan CAT dan peralatan pendukung lainnya.

Ia mengatakan, pihaknya juga telah membangun Digital Assessment Center sebagai pelaksanaan seluruh mekanisme proses assessment center.

Ia menyebut, virtual assessment center telah diterapkan bagi pelaksanaan seleksi pendidikan pengembangan manajerial serta seleksi pendidikan pembentukan perwira (Akpol dan SIPSS) dengan menggunakan metode Quick Respons Analysis (QRA).

Dengan pengembangan ruangan dan fasilitas Assessment Center Polri ini, maka penyelenggaraan assessment center bisa dilakukan secara daring oleh seluruh polda dan bisa dimanfaatkan untuk assessment individu.

Ia menambahkan bahwa Assessment Center akan menghadapi tantangan dalam mempersiapkan SDM yang mampu menghadapi perkembangan teknologi pada era revolusi industri 4.0.

"Tuntutan penyelenggaraan Assessment Center berkualitas tinggi sebagai upaya pembinaan karir berbasis meritokrasi dan kompetensi," katanya.

 

Editor : Widita Fembrian