• News

  • Peristiwa

Tim Advokasi Banjir Jakarta Telah Masukan Gugatan Class Action Senin Lalu

Tim Advokasi banjir Jakarta telah masukan gugatan Class Action.
Warkot
Tim Advokasi banjir Jakarta telah masukan gugatan Class Action.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tim Advokasi Banjir Jakarta tengah menunggu panggilan pertama dari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terkait gugatan Class Action.

Demikian dikatakan Anggota Tim Advokasi Banjir Jakarta Alvon Kurnia Palma. Menurutnya, gugatan class action telah didaftarkan pada Senin (13/1/2020) lalu.

"Kita kan sudah memasukkan kemarin ya pada hari Senin lalu. Nah sekarang kita tinggal menunggu panggilan dari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terkait dengan kapan mau diadakan panggilan pertama," kata Alvin, Sabtu (18/1/2020).

Menurut Alvon, panggilan pertama itu dengan agenda mediasi antara penggugat dan tergugat, dalam hal ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Panggilan pertama kan ada mediasi terlebih dahulu, dalam jangka waktu satu bulan," ujar dia.

Lebih lanjut, Alvon mengatakan, dalam mediasi itu nantinya akan ada dua kemungkinan, yakni antara menerima gugatan atau deadlock.

"Menerima ada dua kemungkinan, merima sebagian atau seutuhnya, tapi kalau deadlock, artinya kita maju ke proses pembacaan gugatan," tuturnya.

Tetapi, menurut dia, mediasi itu prinsipnya adalah win-win. Jika ada satu pihak merasa lebih tinggi atau berkuasa, mediasi itu tidak akan sampai pada kata sepakat.

"Karena prinsip win-win itu adalah menang-menang. Dan semua posisi itu dalam kerangka yang sama. Tapi kalau salah satu udah merasa lebih dari itu, berkemungkinan nanti deadlock," katanya.

Diketahui, Tim Advokasi Korban Banjir Jakarta hingga Kamis, 9 Januari 2020, jam 21.00 WIB, menerima 600 pengaduan dari korban banjir melalui email banjirdki2020@gmail.com.

Setelah menerima semua aduan, pada Senin (13/1/2020), mereka mendaftarkan gugatan Class Action ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Selain soal ganti rugi, yang menjadi poin gugatan class action ini adalah sistem early warning dan emergency respons. Pemerintah dianggap lalai mempersiapkan warga untuk menghadapi situasi banjir.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Sulha Handayani