• News

  • Peristiwa

Fadli Zon: Jangan Sampai Elpiji 3 Kg Naik, Harus Dihentikan!

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon.
Netralnews/Adiel Manafe
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menilai, rencana pemerintah mencabut subsidi gas elpiji ukuran 3 kilogram (kg) atau gas melon hanya akan menyengsarakan rakyat.

Fadli juga berpendapat kebijakan tersebut tidak sesuai dengan janji Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat kampanye Pilpres 2019 lalu untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat.

"Saya kira itu jelas menyengsarakan rakyat. Dan itu jelas mengkhianati cita-cita untuk memberikan kemudahan untuk masyarakat dengan segala macem gombalnya ketika pemilu," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/1/2020).

Karenanya, Fadli mengingatkan supaya pemerintah meninjau kembali rencana pencabutan subsidi gas melon, bahkan bila perlu dihentikan.

Sebab, lanjut Anggota Komisi I DPR ini, pencabutan subsidi yang membuat harga gas elpiji 3 kg naik akan memicu kenaikan harga kebutuhan pokok lainnya.

"Harus dihentikanlah jangan sampai elpiji 3 kg itu naik. Karena pasti akan memperberat dan akan memicu kenaikan harga yang lain. Jadi baiknya itu ditinjau ulang," tegasnya.

Seperti diberitakan, pemerintah berencana mencabut subsidi elpiji 3 kg mulai semester II 2020. Nantinya, harga jual gas melon ini akan disesuaikan dengan harga pasar.

Jika rencana ini direalisasikan, maka diperkirakan harga elpiji 3 kg bisa mencapai Rp 35.000 per tabung, naik signifikan ketimbang harga saat ini yang berkisar Rp 18.000 sampai Rp 21.000.

Sebagai gantinya, pemerintah akan melakukan program penyaluran subsidi

elpiji 3 kg secara tertutup kepada masyarakat yang kurang mampu sehingga mereka tetap mendapatkan harga 'spesial'. Subsidi kepada masyarakat kurang mampu ini akan diberikan langsung dengan cara ditransfer.

"Kami sedang lakukan persiapan bagaimana berikan subsidi langsung ke masyarakat, mudah-mudahan pertengahan tahun bisa diterapkan," ujar Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto, Selasa (14/1/2020).

Pemerintah mengklaim, dengan kebijakan ini subsidi elpiji 3 kg bisa lebih tepat sasaran karena menyasar langsung kepada penerima manfaatnya yaitu masyarakat kurang mampu.

Sedangkan mereka yang tidak berhak mendapatkan subsidi akan membayar sesuai harga pasar sekitar Rp 35.000 per tabungnya. Diperkirakan konsumsi Elpiji 3 kg bisa berkurang karena masyarakat mampu beralih ke tabung yang lebih besar lagi karena harga per kg yang sama.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Widita Fembrian