• News

  • Peristiwa

Isu Snack Krim Kelapa Mengandung Tablet Penyebab Kelumpuhan, Ini Penjelasan BPOM

Penjelasan BPOM terkait isu snack krim kelapa yang mengandung tablet penyebab kelumpuhan.
Netralnews.com/Martina Rosa Dwi Lestari
Penjelasan BPOM terkait isu snack krim kelapa yang mengandung tablet penyebab kelumpuhan.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) angkat bicara terkait isu snack krim kelapa yang mengandung tablet penyebab kelumpuhan. Penjelasan disampaikan BPOM sehubungan dengan beredarnya video di media daring tentang produk tersebut.

Dijelaskan BPOM, video tersebut beredar di berbagai negara dan produk yang ada dalam video diisukan beredar di berbagai negara.

Informasi yang didapatkan BPOM dari penjelasan di website Timur Tengah, produk berasal dari Turki dan hanya dipasarkan di Irak (Timur Tengah). Produsen produk pangan tersebut menyatakan bahwa proses produksi yang dilaksanakan telah sesuai dengan ketentuan keamanan pangan dan membantah keutuhan dan keaslian video tersebut.

Berdasarkan database Badan POM, produk pangan impor tersebut tidak terdaftar di Badan POM dan tidak beredar di Indonesia, seperti ditegaskan di situs resmi BPOM, Selasa (21/1/2020).

BPOM klaim akan terus melakukan pengawasan terhadap produk pangan yang beredar untuk melindungi kesehatan masyarakat Indonesia.

Masyarakat diimbau untuk lebih cermat dan berhati-hati dalam membeli produk. Selalu ingat Cek “KLIK” (Kemasan, Label, izin Edar, dan Kedaluwarsa) sebelum membeli atau mengonsumsi produk pangan. Pastikan kemasannya dalam kondisi utuh, baca informasi pada label, pastikan memiliki izin edar dari Badan POM, dan tidak melewati masa kedaluwarsa.

 Masyarakat yang menemukan produk bermasalah dapat menghubungi Contact Center HALO BPOM di nomor telp 1-500-533, SMS 0-8121-9999-533, WhatsApp 0811-9181-533, email halobpom@pom.go.id, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sesmawati