• News

  • Peristiwa

Ngotot Usulkan Pansus Tapi Ikut Gabung Panja Jiwasraya, Ini Alasan PKS

Amin Ak, Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) PKS Komisi VI  DPR.
Facebook Amin Ak
Amin Ak, Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) PKS Komisi VI DPR.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Komisi VI DPR telah membentuk Panitia Kerja (Panja) untuk menelisik skandal gagal bayar polis nasabah PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang sedari awal bersikukuh dibentuknya Panitia Khusus (Pansus) untuk menyelesaikan kasus Jiwasraya, juga telah mengirimkan dua nama anggota fraksinya untuk masuk dalam Panja, yakni Amin Ak dan Nevi Zuariana.

Terkait hal itu, Amin Ak yang juga Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) PKS Komisi VI mengatakan, pihaknya tetap berpandangan bahwa permasalahan yang membelit Jiwasraya bisa terselesaikan dengan dibentuknya Pansus.

"Tadi sudah saya sampaikan di awal sebelum mengirimkan nama itu, bahwa PKS spirit-nya, keinginannya mengatasi permasalahan Jiwasraya diselesaikan dengan cara membentuk Pansus," kata Amin di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/1/2020).

Namun, lanjut Amin, karena syarat pembentukan Pansus belum terpenuhi, sehingga PKS memutuskan untuk ikut dalam Panja Jiwasraya yang dibentuk di komisi.

"Jadi gini, Pansus itu adalah domain dari kelembagaan DPR. Pembentukannya adalah rapat Paripurna atas usulan minimal 25 anggota dari 3 fraksi yang berbeda. Jadi bisa membentuk Pansus kalau ada usulan," ucap dia.

"Itu pun baru usulan persyaratan minimalnya, baru nanti dirapatkan di Paripurna. Sementara kalau komisi itu kan nggak bisa membentuk Pansus. Dia hanya bisa membentuk Panja. Itu domain-nya dari komisi," jelas Amin.

Saat ditanya soal alasan PKS ikut bergabung dalam Panja, Amin menjawab jika partainya ingin mengikuti perkembangan kasus Jiwasraya, terutama soal bagaimana langkah-langkah yang akan dilakukan pemerintah untuk mengembalikan dana para nasabah asuransi pelat merah itu.

"Kenapa kami masuk di Panja? Agar kita tidak kehilangan kendali terhadap perkembangan Jiwasraya di Komisi VI. Karena yang bekerja bukan lagi komisi tapi Panja. Agar kita terus bisa meng-update," ujarnya.

"Minimal dari sisi Kementerian BUMN yang bisa tanyain bagaimana pengambilan dananya, pola dan mekanismenya seperti apa bisa kita ikuti dan kita bisa usulkan," sambung Amin.

Lebih lanjut, Amin menyatakan bahwa sebagai anggota Panja, dirinya siap bekerja secara maksimal agar hak-hak para nasabah Jiwasraya bisa dikembalikan.

"Tadi saya bilang ke pimpinan bahwa saya sebagai anggota Panja akan bekerja aktif dan semaksimal mungkin untuk mengembalikan bagaimana dana- dana nasabah yang diselewengkan itu," pungkasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Irawan.H.P