• News

  • Peristiwa

Nilai Hukum Tumpul ke Novel Baswedan, Corong Rakyat Gelar Aksi Mata Tertutup

Massa Corong Rakyat melakukan aksi di Kejaksaan Agung
Netralnews/Adiel Manafe
Massa Corong Rakyat melakukan aksi di Kejaksaan Agung

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Massa Corong Rakyat melakukan aksi bertajuk #MerawatIngat #MenolakLupa terhadap kasus dugaan penganiayaan dan pembunuhaan yang menyeret nama penyidik KPK Novel Baswedan saat bertugas di Bengkulu.

Aksi yang digelar secara rutin di depan Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) tersebut bertujuan untuk mengingatkan Kejagung bahwa masih ada kasus pelanggaran HAM yang diduga dilakukan Novel kepada para korban sarang burung walet yang belum diselesaikan. 

"Kami menduga ada kelompok yang sengaja menghambat rencana Jaksa Agung yang ingin menyelesaikan perkara sarang burung walet Novel Baswedan di Persidangan. Melalui aksi #Merawatingat dan #MenolakLupa, corong rakyat minta Novel segera diadili," tegas Koordinator aksi Ahmad saat berorasi, Rabu (22/1/2020).

Menurutnya, keluarga korban di kasus tersebut sangat berharap agar mantan Kasat Reskrim Bengkulu itu segera diadili. Sebab, bukti-bukti sudah pernah dibeberkan dan berdasarkan pengakuan korban itu sendiri. 

"Praperadilan sudah dimenangkan oleh keluarga korban, tapi apa yang didapatkan justru tidak ada keadilan yang memihak mereka. Hukum justru tumpul ke Novel Baswedan," ujar Ahmad.

Karenanya, lanjut Ahmad, demi mencari keadilan, Corong Rakyat melakukan aksi jalan kaki sambil menutup mata menuju ke Kejagung. 

"Corong Rakyat ingin mengadu kepada Jaksa Agung soal nasib para korbannya Novel. Jangan sampai tim Kejaksaan tutup mata terkait kasus tersebut. Berikan rakyat kecil keadilan," ucap dia. 

Lebih jauh, Ahmad menyebut aksi jalan dengan mata layaknya orang buta ini bukanlah satu-satunya upaya masyarakat mencari keadilan. Masyarakat mulai putus asa mencari penyelesaian melalui jalur hukum yang dinilai tidak memihak kepada rakyat kecil.

"Dengan mengenakan penutup mata, ini adalah simbol hukum yang kerap kali runcing ke bawah dan tumpul ke atas. Artinya, hukum lebih memihak kepada orang-orang yang lebih berkuasa seperti Novel Baswedan sang penguasa KPK dari pada rakyat kecil," pungkasnya.

Selain menggelar aksi dengan penutup mata, massa Corong Rakyat juga tetap menanti Novel Baswedan menerima tantangan sumpah pocong.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli