• News

  • Peristiwa

Eks Ketua KPK Jadi Penasehat Ahli Kapolri, IPW: Mundur Saja Kalau Cuma Pajangan

Mantan Ketua KPK, Agus Rahardjo
Mantan Ketua KPK, Agus Rahardjo

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Indonesia Police Watch (IPW)  mengapresiasi Kapolri Jenderal Idham Azis yang sudah mengangkat mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo sebagai Penasihat Ahli Kapolri Bidang Penanganan Korupsi. Sejumlah harapan pun disampaikan IPW.

"Keberadaan Agus diharapkan bisa membuat Polri membersihkan dirinya dari aksi korupsi, pungli, mafia kasus, mafia jabatan maupun mafia proyek," kata Ketua Presidium IPW, Neta S Pane dalam keterangan tertulisnya, Jumat (24/1/2020).

Neta juga berharap Agus bisa mendorong dituntaskannya belasan kasus korupsi besar yang hingga saat ini mandek di Bareskrim. "Seperti kasus kondensat, kasus yayasan Pertamina, kasus Pelindo II dan lain-lain," ujarnya.

Selain itu, lanjut Neta, Agus juga harus bisa mendorong terjadinya sinerji Polri dan KPK untuk membersihkan institusi kepolisian dari oknum perwira yang diduga korup dan suka pungli.

"Yang tak kalah penting sebagai penasehat ahli Kapolri, Agus harus mendorong dan membuka akses KPK untuk melakukan OTT (operasi tangkap tangan) terhadap jenderal atau perwira Polri yang korup," ucap dia.

"Selama ini KPK hanya melakukan OTT terhadap politisi, kepala daerah, hakim dan jaksa dan tidak pernah melakukan OTT terhadap jenderal polisi," sambungnya.

Menurut Neta, jika nantinya Agus tidak mampu melakukan hal tersebut, maka sebaiknya mantan ketua lembaga antirasuah itu mengundurkan diri.

"Jika tidak bisa membersihkan Polri sebaiknya Agus mundur saja sebagai Penasehat Ahli Kapolri. Sebab ia tak lebih sebagai pajangan di tengah masih berkembanya persepsi buruk masyarakat terhadap Polri," tegas Neta.

Sebelumnya diberitakan, Kapolri  Jenderal Idham Azis menunjuk Agus Rahardjo sebagai Penasihat Ahli Kapolri Bidang Penanganan Korupsi. Penunjukkan itu tertuang dalam surat keputusan bernomor KEP/7/1/2020 tertanggal 21 Januari 2020.

Selain Agus, Kapolri menunjuk Refly Harun sebagai Penasihat Ahli Kapolri Bidang Tata Negara. Adapun Rustika Herlambang ditunjuk sebagai Penasihat Ahli Kapolri Bidang Media Sosial.

Kemudian tertulis nama Ifdal Kasim sebagai Penasihat Ahli Kapolri Bidang Hak Asasi Manusia, lalu ada Wildan Syafitri yang menjabat Penasihat Ahli Kapolri Bidang Ekonomi, dan Andy Soebjakto Molanggato yang ditunjuk sebagai Penasihat Ahli Kapolri Bidang Pergerakan Kepemudaan.

Selain itu, Kapolri menunjuk Sisno Adiwinoto sebagai Penasihat Ahli Bidang Ilmu Kepolisian, lalu Adi Indrayanto menjabat Penasihat Ahli Kapolri Bidang Informasi Teknologi, dan Fahmi Alamsyah sebagai Penasihat Ahli Kapolri Bidang Komunikasi Publik.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Irawan.H.P