• News

  • Peristiwa

Hasto Sebut Harun Korban, Praktisi Hukum: 100 Persen Benar, Dia Korban Janji PDIP

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto
Dokumentasi Netralnews
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Praktisi Hukum Petrus Selestinus mengomentari  pernyataan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang menyebut buronan KPK Harun Masiku sebagai korban kasus dugaan suap yang menyeret nama eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

Petrus menilai pernyataan Hasto itu benar dan jujur, karena Harun adalah korban janji elit PDIP untuk menjadikannya sebagai anggota DPR melalui mekanisme pergangtian antar waktu (PAW) Riezky Aprilia, Anggota DPR Fraksi PDIP yang meraih kursi terbanyak ke dua yang menggantikan almarhum Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia.

"Mengapa? Karena Harun Masiku telah menjadi korban janji PDIP, Megawati Soekarnoputri dan Hasto Kristiyanto untuk menjadikan Harun Masiku menjadi Anggota DPR melalui upaya PAW mengganti Riezky Aprilia, Anggota DPR RI Fraksi PDIP yang meraih kursi terbanyak ke dua sesudah almarhum Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia, namun semuanya gagal," sambungnya.

"Pernyataan Hasto bahwa Harun Masiku adalah korban itu pernyataan yang benar dan jujur. Karena Harun menjadi korban janji PDIP dan Harun juga dipastikan jadi korban salah urus Partai oleh Megawati Soekarnoputri dan Hasto Kristiyanto, dan semuanya gagal," kata Petrus dalam keterangan tertulis yang diterima netralnews.com, Minggu (26/1/2020).

"Mengapa? Pertama, karena gagal mem-PAW Riezky Aprilia untuk memuluskan Harun Masiku menjadi Anggota DPR RI. Kedua, biaya yang dikeluarkan Harun Masiku diduga untuk Wahyu Setiawan mem-PAW Riezky Aprilia terungkap lewat OTT KPK, sia-sia belaka," ucap dia.

Ketiga, Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia ( TPDI) ini menyebut Harun dijadikan tersangka karena OTT KPK. Keempat, Harun Masiku menjadi korban kebohongan Yasona Laoly bahwa  Harun Masiku melarikan diri ke Singapura; dan Kelima, Harun Masiku dimasukan dalam DPO dan dicekal KPK.

"Dengan demikian pernyataan Hasto Kristiyanto bahwa Harun Masuki menjadi korban adalah 100% benar adanya, bukan karena tindakan KPK yang menetapkannya menjadi tersangka melainkan karena Megawati dan Hasto Kristiyanto salah urus partai," ucap dia.

"Mega dan Hasto salah menatakelola kader-kader partai dan gagal melindungi kader-kader partai yang mendapat dukungan suara pemilih terbanyak, tetapi sewaktu-waktu terancam dibuang karena pragmatisme dengan berlindung pada dalil Kedaulatan Partai," pungkas Petrus.

Sebelumnya, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan Harun Masiku tidak perlu takut menyerahkan diri ke KPK karena eks caleg PDIP merupakan korban atas tindak penyalahgunaan kekuasaan.

"Tim hukum kami mengimbau untuk bersikap kooperatif, tidak perlu takut. Karena dari seluruh konstruksi hukum yang dilakukan tim hukum kami, beliau menjadi korban atas tindak penyalahgunaan kekuasaan itu," kata Hasto usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (24/1/2020).

Alasan Hasto menyebut Harun sebagai korban, karena menurutnya Harun memiliki hak untuk menjadi anggota DPR melalui mekanisme PAW berdasarkan fatwa Mahkamah Agung.

"Karena ini pada dasarnya persoalannya sederhana dan partai melakukan itu terkait dengan proses penetapan calon terpilih di mana melalui keputusan Mahkamah Agung dan fatwa MA," jelas Hasto.

"Saudara Harun memiliki hak untuk dinyatakan sebagai calon anggota legislatif terpilih setelah pelaksanaan keputusan MA tersebut, hanya ada pihak yang menghalang-halangi," ungkapnya. 

 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli