• News

  • Peristiwa

Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Jakarta Minta KPK Buka Kembali Kasus Fredi Tan

Aksi unjuk rasa digelar ratusan mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Jakarta di depan Gedung KPK.
NNC/Wahyu Praditya Purnomo
Aksi unjuk rasa digelar ratusan mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Jakarta di depan Gedung KPK.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Aksi unjuk rasa digelar ratusan mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Jakarta di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (29/1/2020).

Pengunjuk rasa meminta agar lembaga anti rasuah itu menyidiki sekaligus membuka kasus korupsi alih fungsi lahan PT Jaya Ancol milik Pemprov DKI Jakarta. Demikian ditegaskan koodinator aksi, Putra dalam orasinya.

"Kami menggelar aksi ini sebagai bentuk kepedulian terhadap penegakan hukum. Apalagi aset yang dikorupsi merupakan milik pemerintah. Kami juga sekaligus melapor ke KPK atas pelanggaran hukum Direktur Utama PT Wahana Agung Indonesia Propertindo, Fredi Tan," kata Putra.

Menurut Putra, dalam kasus alih fungsi lahan PT Jaya Ancol, Pemprov DKI mengalami kerugian negara puluhan miliar.

"Alih fungsi lahan oleh Fredi Tan, Pemrov DKI rugi hingga Rp68 miliar, sementara dalam kasus itu, Fredi Tan lepas dari jerat hukum. Seperti apa negara ini kalau orang yang berduit bebas mengatur hukum. KPK harus bertindak," tegasnya.

Untuk diketahui, selain menggelar aksi di depan gedung KPK, para mahasisa dan pemuda Jakarta juga akan mendatangi Kejaksaan Agung.

"Setelah dari KPK kami akan ke Kejaksaan Agung. Kami meminta Kejagung harus membuka kembali kasus itu, Fredi Tan bersama dua yang lain yakni Komisaris PT Delta Jakarta, Oky Sukasah dan mantan Dirut Jakpro I Gusti Ketut Gede telah ditetapkan tersangka, namun Fredi Tan lolos dari jerat hukum karena SP3 tahun 2016," tutur Putra.

"Selain kami juga minta kasus kriminalisasi terhadap wartawan Hendi Kusuma yang dianggap melakukan pencemaran nama baik harus segera diselesaikan," sambungnya.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Irawan.H.P