• News

  • Peristiwa

Corong Rakyat Sebut Novel Baswedan Lebih Ganas Ketimbang Virus Corona

Aksi dari Corong Rakyat kembali menggeruduk Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta, Selasa (4/2/2020).
Netralnews/Adiel Manafe
Aksi dari Corong Rakyat kembali menggeruduk Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta, Selasa (4/2/2020).

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Aktivis Corong Rakyat kembali menggeruduk Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta, Selasa (4/2/2020). Aksi digelar terkait kasus sarang burung walet yang menyeret nama penyidik KPK Novel Baswedan

Koordinator aksi, Ahmad, dalam orasinya membandingkan Novel Baswedan dengan virus corona yang kini tengah menjadi perhatian dunia. Ia menilai, Novel lebih ganas ketimbang virus corona lantaran hingga kini kasus tersebut belum juga dilimpahkan ke Pengadilan. 

"Novel ini lebih ganas dan bahaya ketimbang virus corona, kenapa dia bebas berkeliaran dan berkarir di KPK. Makin kebal hukum karena dia punya hutang atas kasusnya yang belum tuntas," tegas Ahmad. 

Padahal, lanjut Ahmad, sudah sebulan lebih pihaknya mendesak Jaksa Agung ST Burhanudin untuk melimpahkan berkas perkara Novel Baswedan ke Pengadilan, tapi Burhanudin tidak mendengarkan tuntutan mereka. 

"Sudah sebulan lebih kami datang kesini, tapi Jaksa Agung nampaknya tuli tak mau mendengarkan aspirasi kami," kata Ahmad. 

Selain membandingkan dengan virus corona, Ahmad juga menyebut bahwa 100 hari kerja Jokowi-Ma'ruf ternyata masih belum bisa menuntaskan kasus dugaan pembunuhan dan penganiayaan yang dilakukan oleh Novel saat menjabat sebagai Kasat Reskrim di Bengkulu. 

Menurutnya, Jaksa Agung era Jokowi jilid II pun tak berdaya untuk menegakkan hukum secara profesional terkait kasus Novel Baswedan

"Jaksa Agung tak berani mengendus apalagi mencolek kasusnya. Ada apa ini ? hak-hak rakyat kecil terabaikan. Apakah keadilan soal hukum tidak berlaku untuk rakyat kecil," ujarnya.

Ahmad menduga, ada pihak yang sengaja agar kasus Novel ini dibiarkan hilang di telan bumi. Ia menambahkan, tim Kejaksaan tampaknya betul-betul keteteran dan tersandera untuk mendorong kasus Novel ke meja hijau tersebut.

"Ini ada apa? Tidak ada omongan informasi terbaru atas kasus Novel yang dibiarkan mengendap. Apa Kejagung tidak berani dengan Novel?" ucap Ahmad.

"Kami berulang kali datang ke Kejagung agar memohon keadilan dan berharap adanya hak-hak korban dan keluarga atas tindakan keji Novel. Biarkan Pengadilan yang mengadili Novel, bersalah atau tidak. Biarkan publik bisa menilai sendiri," pungkasnya.

 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Widita Fembrian