• News

  • Peristiwa

Sifilis, Infeksi Menular Seksual yang Bisa Sebabkan Kerusakan Otak 

CEO Klinik Pramudia dr Anthony Handoko, SpKK, FINDSV
Netralnews.com/Martina Rosa Dwi Lestari
CEO Klinik Pramudia dr Anthony Handoko, SpKK, FINDSV

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Apabila tidak diobati dengan benar, Sifilis yang merupakan Infeksi Menular Seksual (IMS) yang disebabkan bakteri Treponema PaIlidum, dapat menyebabkan kerusakan serius pada organ pada otak, sistem saraf serta jantung bahkan dapat mengancam jiwa. 

Demikian disampaikan CEO Klinik Pramudia dr Anthony Handoko, SpKK, FINDSV dalam Seminar Media dengan tema "Sifilis, silent disease, si perusak organ" di Jakarta, Kamis (13/2/2020).

Dijelaskan dia, Sifilis bersifat silent, bekerja dengan diam dengan faktorfaktor risiko yang harus diwaspadai, yaitu melakukan hubungan seks tanpa pengaman, lebih dari 1 pasangan serta hubungan seks pria dengan pria. 

"Penting untuk dicatat, bahwa orang dengan HIV lebih rentan terhadap penularan sekaligus dapat menjadi penyebar sifilis. Sifilis juga dapat ditularkan dari ibu hamil ke janinnya," kata dia.

World Health Organization (WHO) menyatakan, Sifilis dalam kehamilan adalah penyebab kedua terbanyak adanya stillbirth, prematuritas, berat lahir rendah, kematian neonatal, dan infeksi pada bayi baru lahir. Oleh karena itu, jika memang merasakan gejala-gejala khas Sifilis, seperti luka pada genital yang tidak sakit dan terdapat ruam di bagian tubuh, maka dianjurkan untuk segera berkonsultasi kepada dokter spesialis penyakit kulit dan kelamin. 

Untuk diketahui pula, berdasarkan data Kementerian Kesehatan sepanjang bulan Juli-September 2019, tercatat sekitar 1.586 pasien Sifilis yang diobati di Indonesia, dari beragam kelompok risiko seperti wanita pekerja seks (WPS), pria pekerja seks (PPS), lelaki seks dengan lelaki (LSL), injection drug user (IDU), waria, pasangan risti, dan pelanggan pekerja seksl.

Berdasarkan data distribusi kasus Sifilis baru di RS Dr Cipto Mangunkusumo, terjadi peningkatan jumlah pasien yang berobat akibat Sifilis. Pada 2016 tercatat 45 pasien, 2017 tercatat 49 pasien, dan 2018 meningkat lagi menjadi 63 pasienz. 

Dia sayangkan, pengetahuan masyarakat terhadap penyakit Sifilis sampai saat ini masih minim, termasuk tentang deteksi dini terhadap penyakit ini. Padahal Sifilis merupakan Penyakit Infeksi Menular Seksual yang dapat menyerang organ lain seperti jantung, otak dan saraf pada tahap lanjut di kemudian hari. 

"Di samping itu, Sifilis dapat berpengaruh terhadap kehamilan dan dapat menyebabkan kecacatan. Dengan demikian, harus dilakukan pemutusan rantai penularan penyakit ini," ujar dia.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli