• News

  • Peristiwa

Purworejo Makin Tenar, Usai Kasus KAS, Kini Siswi SMP Ditendang hinga Dipukul Sapu

Viral video perundungan terhadap siswi SMP di Purworejo
foto: istimewa
Viral video perundungan terhadap siswi SMP di Purworejo

PURWOREJO, NETRALNEWS.COM - Nama Kota Purworejo kembali heboh dan menjadi perhatian publik. Beberapa waktu lalu, kota ini ramai jadi pergunjingan karena kasus Keraton Agung Sejagat (KAS).

Kini kota ini kembali viral akibat beredarnya video perundungan di salah satu SMP di Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. 

Sebuah video yang sedang viral memperlihatkan tiga orang siswa SMP memukul dan menendang seorang siswi, viral di media sosial pada Rabu (12/2/2020) malam.

Dalam video berdurasi 28 detik itu, tampak tiga siswa secara bergantian memukul kepala dan menendang badan siswi yang tengah duduk.

Bahkan mereka juga menggunakan sapu untuk melakukan tindakan kekerasan di dalam ruang kelas yang sepi dan tidak ada aktivitas belajar mengajar itu.

Sambil tertawa kegirangan, para siswa terus melakukan penganiayaan terhadap siswi yang terpojok tak berdaya.

Siswi tersebut terlihat menundukkan kepalanya di meja dengan tangan kiri memegang lengan kanannya yang menjadi sasaran tendangan para siswa.

Siswi itu juga terdengar menangis.

Sementara orang yang merekam peristiwa tersebut, tidak terlihat dalam video.

Video tindakan tidak terpuji ini juga diunggah oleh netizen pemilik akun Twitter @black_valley1, Rabu (12/2/2020).

Polisi pun segera bertindak. Namun, tiga pelajar pelaku perundungan terhadap seorang siswi tidak ditahan meski telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Tidak dilakukan penahanan karena ancaman hukumannya di bawah lima tahun," kata Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol.Iskandar F.Sutisna saat dikonfirmasi di Semarang, Kamis (13/2/2020).

Menurut dia, ketiga pelaku dijerat dengan Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan anak.

Meski tidak ditahan, ia memastikan proses hukum terhadap ketiga tetap berjalan sebagaimana ketentuan.

Dari keterangan pelaku yang diperiksa oleh polisi, peristiwa itu diduga dilatarbelakangi rasa sakit hati ketiganya yang dilaporkan oleh korban kepada gurunya.

Korban mengadu kepada gurunya karena sempat dimintai uang oleh para pelaku.

Editor : Taat Ujianto