• News

  • Peristiwa

Gunung Slamet Berdentum, Petugas PVMBG: Kita Berdoa Saja Tetap Aman

Asap putih setinggi 100-200 meter di puncak Gunung Slamet terlihat dari Pos Pengamatan di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.
Pos PGA Slamet
Asap putih setinggi 100-200 meter di puncak Gunung Slamet terlihat dari Pos Pengamatan di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.

PURWOKERTO, NETRALNEWS.COM - Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Slamet Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan bahwa Gunung Slamet di Jawa Tengah masih dalam status Waspada (Level II) pada Jumat (14/2/2020), menyusul warta mengenai suara dentuman dari arah Gunung Slamet yang dalam beberapa hari terakhir didengar warga Desa Bumisari, Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga.

Gunung api dinyatakan berstatus Waspada jika mulai mengalami peningkatan aktivitas seismik, menunjukkan aktivitas vulkanik dan perubahan visual di kawah, serta mulai mengalami gangguan magmatik, tektonik, atau hidrotermal namun diperkirakan tidak mengalami erupsi dalam jangka waktu tertentu.

"Kita berdoa saja Gunung Slamet tetap aman, statusnya sampai sekarang masih Waspada," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Slamet Sukedi saat dihubungi ANTARA dari Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Ia mengatakan suara dentuman dari arah Gunung Slamet yang didengar warga Desa Bumisari dalam beberapa hari terakhir kemungkinan suara geluduk atau guruh.

Suara tersebut, menurut dia, juga terdengar dari Pos Pengamatan Gunung Api Slamet PVMBG di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang.

"Sebenarnya itu (suara dentuman) juga masih diragukan, apa itu suara geluduk, apa itu dari gunung. Dari pos pun terdengar, tapi saya cenderung suara geluduk," katanya.

Ia menjelaskan bahwa berdasarkan pengamatan secara visual pada Jumat pukul 06.00 sampai 12.00 WIB, terlihat asap putih bertekanan lemah setinggi 100 sampai 200 meter di atas puncak kawah Gunung Slamet.

"Asap kawah tersebut terlihat tinggi karena gunung masih dalam kondisi aktif itu disiram dengan air hujan. Jadi asap itu sebenarnya juga uap air yang bercampur dengan asap kawah," katanya.

Selama pengamatan, ia menjelaskan, juga terekam 91 kali gempa embusan dengan amplitudo 3 sampai 15 milimeter berdurasi 15 sampai 55 detik serta tremor menerus dengan amplitudo 0,5 sampai 5 milimeter.

Dengan kondisi yang demikian, Gunung Slamet masih berstatus Waspada (Level II). Warga diimbau tidak beraktivitas dalam radius dua kilometer dari kawah puncak Gunung Slamet.

PVMBG pada 9 Agustus 2019 pukul 09.00 WIB menaikkan status Gunung Slamet dari aktif normal menjadi Waspada. Gunung Slamet berada di wilayah Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal, dan Brebes, Jawa Tengah.

Editor : Nazaruli