• News

  • Bisnis

Wow Ternyata Buah Inilah yang Disukai Warga Jerman dari Indonesia

Terjadi transaksi potensial sebesar US$ 1,05 juta pada pameran Furit Logistica di Berlin.
Messe
Terjadi transaksi potensial sebesar US$ 1,05 juta pada pameran Furit Logistica di Berlin.

BERLIN, NETRALNEWS.COM – Produk buah Indonesia semakin diminati masyarakat dunia, termasuk Uni Eropa. Hal ini terlihat dengan transaksi potensial sebesar US$ 1,05 juta yang dicapai saat mengikuti pameran internasional produk segar Fruit Logistica.
Pameran ini berlangsung di Messe, Berlin.

Buyers potensial yang hadir sebagian besar berasal dari negara Balkan, Uni Eropa (Jerman dan Belanda), dan Rusia. Selain itu, ada pula buyers dari Timur Tengah, Vietnam, dan Malaysia.

Pameran fruit logistica ini yang dikhususkan untuk buah dan sayuran tahun ini diikuti sekitar 3.300 pelaku usaha hortikultura dari 93 negara. Pameran yang dikunjungi sekitar 78 ribu orang ini, merupakan salah satu pameran buah dan sayuran segar terbesar di dunia. Keikutsertaan Indonesia pada pameran ini merupakan hasil kerja sama Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian yang didukung penuh Duta Besar RI di Berlin.

“Melalui keikutsertaan Indonesia pada pameran ini, diharapkan dapat meningkatkan jumlah dan frekuensi kontak bisnis antara eksportir dari Indonesia dengan pembeli luar negeri. Relasi ini diharapkan dapat meningkatkan peran dunia usaha dalam penetrasi pasar dan promosi ekspor,” tegas Sekjen Kemendag Oke Nurwan, dalam siaran persnya, Kamis (20/2/2020).

Atase Perdagangan Berlin Nurlisa Arfani, pada pameran ini, Paviliun Indonesia menempati area sebesar 24 m2 dan berada di hall 26 stan C-04. Paviliun Indonesia memfasilitasi tiga perusahaan, yaitu PT Nusantara Segar Global (Java Fresh), PT Lumbung Pangan Internasional, dan PT Surya Elok Sejahtera. Ketiga perusahaan ini aktif sebagai eksportir buah-buahan dan sayuran segar Indonesia ke pasar internasional.

“Pengunjung yang datang ke Paviliun Indonesia kebanyakan lebih tertarik dengan buah eksotis khas Indonesia, seperti manggis, salak, rambutan dan buah naga,” kata Nurlisa.

Di sela pameran, Paviliun Indonesia menyelenggarakan acara pertemuan bisnis antara peserta Indonesia dan pelaku usaha dari berbagai negara. Pertemuan ini bertujuan untuk membangun jejaring bisnis antara pelaku usaha produk hortikultura. Pada acara ini juga disajikan berbagai penganan khas Indonesia.

Menurut Nurlisa, pada pameran ini peserta Indonesia mendapat kesempatan melakukan studi banding, mengikuti perkembangan produk sesuai dengan tren dan selera pasar internasional, serta mengetahui sertifikasi produk di berbagai negara.

“Peserta juga memperoleh wawasan dan pengetahuan lebih luas mengenai selera pasar konsumen Eropa; perkembangan terkini tentang peraturan, logistik, dan harga; serta kompetitor dari negara lain,“ tutup Nurlisa.

Editor : Sulha Handayani