• News

  • Bisnis

Menuju Revolusi Industri 5.0, Telkom Harus Move On

Diskusi bertajuk 'Tantangan Telkom Menghadapi Industri 5.0' di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (23/2/2019).
NNC/Adiel Manafe
Diskusi bertajuk 'Tantangan Telkom Menghadapi Industri 5.0' di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (23/2/2019).

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk harus mempersiapkan diri dalam rangka menghadapi era revolusi industri 5.0. Pasalnya, beberapa tahun ke depan era revolusi industri 4.0 bakal segera beralih.

Demikian disampaikan oleh Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massiedalam diskusi bertajuk 'Tantangan Telkom Menghadapi Industri 5.0' di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (23/2/2019).

"Human center dan technology based dimanfaatkan dan diperkuat apalagi kalau 5.0 industri diterapkan. Jepang saja dari 10 ribu tenaga kerja memiliki 1.560 robot. Jangan sampai tenaga kerja di kuasai robotic. Technology learning diperkuat dan smart factory biar kita siap ke era 5.0," kata Jerry.

Selain itu, Jerry menyebut Telkom yang menguasai persoalan jaringan di republik ini, juga harus bisa memanfaatkan teknologi dengan sebaik mungkin untuk berinovasi dan merambah sektor lainnya yang belum terjamah.

"Telkom sebagai jasa penyedia server harus bergerak maju move on. Telkom harus peduli, karena banyak orang-orang yang unggul dan hebat. Kalau kita masih tradisi lama kita akan tertinggal," ujar Jerry.

Hal senada disampaikan Founder Indonesia Maju Institute M. Lukman Edi.  Menurutnya, Telkom sebagai perusahaan plat merah yang paling diandalkan untuk memasuki revolusi industri 5.0.

Namun, Lukman menyebut saat ini penting juga bagi Telkom untuk menyentuh persoalan kemasyarakatan yang jauh dari perhatian, seperti menyelesaikan kesenjangan pendidikan dan kesehatan antara perkotaan dan pedesaan.

Lukman mengatakan, harus ada langkah teknis dan strategis sehingga internet dapat bermamfaat bagi kemaslahatan orang banyak. Di samping itu, Telkom pun harus diberi banyak anggaran untuk melakukan riset-riset sehingga ada temuan-temuan baru yang inovatif.

"Plat merah yang paling diandalkan adalah telkom, harus dikasih uang yang banyak untuk adakan berbagai riset. Kalau tidak siap bakal tergilas oleh zaman. Masyarakat harus disiapkan juga kalau tidak akan tergilas oleh zaman," tutur Lukman.

Pada kesempatan yang sama, penggagas Indonesia Jalan Baru Hastoruan mengatakan, saat ini yang terpenting adalah bagaiamana menuntaskan revolusi industri 0.1, 0.2, 0.3, dan 0.4.

Mengingat bila dasarnya sudah dilalui dengan tepat, maka saat memasuki revolusi industri 5.0 mendatang dapat dijadikan sebagai suatu era menjadi kekuatan untuk mengubah nusantara.

Hastoruan mengungkapkan, untuk keberhasilan dalam revolusi 5.0 dibutuhkan suatu kekuatan ekonomi. Kemudian perlu digali bagaiamana memperoleh pendapatan nasional agar tidak membebani APBN dan hutang, tetapi mendatangkan solusi.

"Jangan-Jangan karena pengertian yang berbeda jadi orang gak tau soal 5.0. Pertama kalau kita tahu revolusi 1.0 industri uap, 2.0 industri listrik, 3.0 industri komputer, 4.0 internet, 5.0 ini baru dirilis jepang kita sudah sepakat gak? Atau jangan-jangan kita enggak tahu. Jadi kita harus sepakat dulu," pungkasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Irawan.H.P