• News

  • Peristiwa

Kasus Intoleransi di Tanjung Balai, GMKI Minta Kapolri Copot Kabareskrim

Gereja Katolik Santo Yoseph Tanjung Balai Karimun.
batamnews.com
Gereja Katolik Santo Yoseph Tanjung Balai Karimun.

BATAM, NETRALNEWS.COM - Kordinator Wilayah 13 Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Rimbun Purba meminta Kapolri agar mencopot Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo.

Pernyataan ini disampaikan apabila tidak bisa menyelesaikan kasus intoleransi yang terjadi di Tanjung Balai, Karimun, Kepulauan Riau, sesuai instruksi Presiden dan perintah Kapolri.

"Presiden sudah kasih intruksi, Kapolri juga sudah kasih perintah, namun belum ada tindakan kongkrit, yang ada hanyalah cuap-cuap saja. Jika Kabareskrim tidak bisa kerja sesuai hukum dan instruksi Presiden dan perintah Kapolri, ya di copot saja, kasih kepada orang yang bisa kerja," tegas Rimbun, seperti keterangannya pada Netralnews baru-baru ini.

Ini dilakukan setelah pihaknya melakukan investigasi dan menghimpun fakta yang terjadi di lapangan melalui kunjungannya, ditemukan bahwa permasalahan intoleransi belum selesai. Masih ada kesalahpahaman yang tidak berimbang antara warga, pemda dan pihak Gereja Katolik Santa Joseph.

"Kita lihat ada keterangan yang simpang siur. Disatu sisi, pemerintah menyatakan kasusnya sudah kondusif dan selesai, namun faktanya pembangunan tak juga bisa dilanjutkan sesuai alas hukum IMB yang sudah terbit," kata dia.

Menurutnya, tolak ukurnya amat sederhana. Permasalahan dikatakan selesai dan aman apabila gereja dapat melakukan pembangunan tanpa hambatan. Namun kenyataan pahitnya, gereja tidak bisa melakukan pembangunan sampai hari ini.

"Artinya pihak Gereja masih mendapat perlakuan diskriminatif dan intimidasi dari pihak-pihak yang memprovokas," kata Rimbun.

Dilanjutkan Rimbun, pihak mereka juga menemukan adanya dugaan sikap yang tidak berimbang dari pihak kepolisian. Disebutnya ada oknum anggota kepolisian yang ikut serta mengintimidasi pihak Gereja dan melakukan pembiaran saat warga Gereja di intimidasi pihak-pihak yang mempropokasi dalam beberapa pertemuan.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan.H.P