• News

  • Peristiwa

Tinjau SKD CAT, Ini Dua Pesan Mendes PDTT pada CPNS

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar
Netralnews.com/Martina Rosa Dwi Lestari
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sedikitnya 2.500 pelamar dari 10.021 pelamar Calon Pegawai Negeri sipil (CPNS) di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) tahun 2020. 

Mereka mulai mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) berbasis Computer Assisted Test (CAT) di Kantor Kemendes PDTTpada Rabu (26/2/2020).

Berdasarkan pantauan para peserta SKD berbasis CAT sudah hadir sejak pukul 06.00 WIB di kantor Kemendes PDTTuntuk mengikuti SKD berbasis CAT yang dimulai pukul 08.00 WIB. Para pelamar secara tertib mengikuti proses dari mulai registrasi, memasuki ruang SKD berbasis CAT hingga melihat hasil dari nilai tes tersebut.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menyempatkan meninjau secara langsung pelaksanaan SKD berbasis CAT tersebut. Bahkan, Abdul Halim Iskandar yang biasa disapa Gus Menteri ini memberikan semangat dan pesan kepada para peserta sebelum dimulainya SKD berbasis CAT.

"Dua hal yang saya sampaikan, pertama agar mengikuti tes ini dengan niat ibadah, jangan punya niat yang macam-macam. Yang kedua berjuang semaksimal mungkin. Dari kedua hal ini, jangan berpikir hasil, karena urusan hasil itu, tuhan yang memutuskan," katanya.

Usai peninjauan, Gus Menteri menyampaikan bahwa pelaksanaan SKD berbasis CAT di Kemendes PDTTtelah berjalan dengan lancar, tertib dan kondusif. 

"Saya liat prosesnya bagus. Betul-betul obyektif, betul - betul tidak memberikan ruang sekecil apapun kepada para pihak yang ingin berkolusi. Karena semua pertanyaan dan jawaban sudah di setting melalui sebuah sistem dan skor hasilnya juga langsung bisa diliat ditempat ini," katanya.

Namun, Gus Menteri masih berharap agar dalam penyeleksian CPNS terdapat sebuah mekanisme yang lebih kuat lagi didalam memfilter sikap dan perilaku nasionalisme para CPNS ini. 

"Sikap dan perilaku nasionalisme itu tidak bisa ditinggalkan, diabaikan. Menurut saya justru itu yang sangat penting. Jangan sampai kualifikasi terpenuhi. Tapi, nilai-nilai nasionalismenya rendah. Itu akan membahayakan keberlangsungan bangsa kita," katanya.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli