• News

  • Peristiwa

Pasokan Daging Ayam Bersubsidi di DKI Aman hingga Lebaran, Supplier Diminta Jaga Kualitas

Ilustrasi daging ayam.
Ilustrasi daging ayam.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sejumlah anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Demokrat mendatangi supplier daging ayam subsidi bagi penerima program Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Pekerja dan penerima subsidi lainnya. Pihaknya ingin memastikan, pasokan ayam ke PD Dharmajaya berkualitas prima dan sehat.

"Pasokan daging ayam untuk penerima KJP harus baik dan berkualitas prima. Salah satu indikatornya, Dharmajaya harus bisa menyeleksi supplier yang benar-benar memiliki peralatan mutakhir dalam proses pemotongan ayam hingga pengemasannya," ujar anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nur Afni Sajim, saat dihubungi, Kamis (27/2/2020).

Pihaknya mengapresiasi PD Dharmajaya karena telah memilih produk lokal untuk kebutuhan daging ayam bersubsidi di Jakarta. Menurutnya, pemilihan ayam lokal ini turut memberdayakan petani ayam di daerah lain.

"Suplai ayam ke Jakarta itu tidak ada yang impor. Semuanya dipasok dari dalam negeri, dari daerah-daerah mitra seperti Boyolali, Cikupa Tangerang dan lainnya. Seperti di Boyolali ada PT Gemilang Setia Sejahtera, supplier ayam untuk KJP yang bisa memasok 100 ton ayam per bulan," ujar dia.

Pasokan ayam bersubsidi ini, ungkapnya, menjadi salah satu solusi bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menyediakan pemenuhan protein warganya. Sebab, katanya, saat ini harga daging sapi di pasaran cukup tinggi sehingga penjualan daging sapi bersubsidi cukup memberatkan Dharmajaya.

"Untuk daging sapi bersubsidi kan harus dijual Rp 85 ribu per kilogram. Sementara, dia mendapatkan daging itu dengan harga lebih dari 100 ribu per kilogram. Nah, dengan adanya ayam ini bisa menutup kerugian dari penjualan daging. Karena penjualan ayam bersubsidi ini cukup baik," ungkapnya.

Direktur Utama PD Dharmajaya, Raditya Endra Budiman mengatakan, pihaknya memastikan pasokan dan harga daging KJP menjelang puasa tetap aman. Menurutnya, pasokan daging sapi bersubsidi berasal dari Australia sedangkan ayam dari produk lokal.

"Untuk kesiapan stok daging dari sekarang sudah kita mulai antisipasi baik dari Australia maupun lokal. Untuk ayam kita memastikan ketersediaan stok sampai lebaran di daerah dan RPA yang selama ini sudah memasok ke Dharmajaya," katanya.

Diakuinya, pemindahan rumah potong ayam di Pasar Enjo dan Matraman, Jakarta Timur ke pusat pemotongan ayam milik Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) di Rawa Terate, Jakarta Timur tidak mengganggu pasokan ayam untuk program KJP.

"Karena sebenarnya mereka belum menyuplai ke Dharmajaya. Hal ini disebabkan spesifikasi daging ayam mereka berbeda. Makanya, kami mengambil dari luar DKI," ucapnya.

Dia mengungkapkan, penyerapan daging sapi dan daging ayam untuk program KJP itu mencapai 500 ton per bulan untuk masing-masing komoditas.

"Dengan harga daging yang terus naik di Australia memang berat. Apalagi sekarang masuk musim hujan d Australia dan para peternak akan menahan penjualannya untuk digemukkan. Belum lagi efek kebakaran hutan kemarin, harga daging sapi jadi naik," tegasnya.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Irawan.H.P