• News

  • Peristiwa

Aksi ‘Pray For Korban Novel Baswedan‘ di Kejagung, Ini Tuntutan Massa

Aksi massa Corong Rakyat kembali berlanjut di Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta, Selasa (21/1/2020)
Netralnews.com/Adiel Manafe
Aksi massa Corong Rakyat kembali berlanjut di Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta, Selasa (21/1/2020)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Aktivis Corong Rakyat dengan lambannya pihak Kejaksaan Agung (Kejagung) melimpahkan kasus sarang burung walet yang menyeret nama penyidik KPK Novel Baswedan ke Pengadilan. 

Kekecewaan itu disampaikan Corong Rakyat lewat aksi beruntun yang digelar di Kejagung selama kurang lebih tiga bulan terakhir. 

Hari ini, Rabu (11/3/2020), Corong Rakyat kembali menggelar aksi bertajuk 'Pray For Korban Novel Baswedan.' 

Dalam aksinya, massa membakar ban bekas dan tiduran di Gerbang belakang Gedung Kejagung, Jakarta Selatan. 

"Kejagung terlihat mengabaikan aspirasi rakyat kecil soal kasus sarang burung walet," tegas Koordinator aksi, Riko. 

Menurut Riko, Jaksa Agung harusnya tancap gas menyelesaikan kasus sarang burung walet itu ke Pengadilan.

"Jangan pulang sebelum Novel Baswedan diadili. Jaksa Agung bersikap fair-lah dan profesional untuk melimpahkan kasus pembunuhan yang diduga dilakukan Novel Baswedan tersebut," ujarnya.

Karenanya, Riko berharap kasus yang telah bergulir belasan tahun ini segera dituntaskan sehingga tidak muncul anggapan seolah-olah Novel kebal hukum. 

Selain itu, ia juga menyayangkan jika ada sejumlah aktivis hak asasi manusia yang lebih membela Novel ketimbang keluarga korban yang dizalimi. 

"Kami kembali ingatkan bahwa keluarga korban menang di praperadilan atas deponering kasus Novel Baswedan," ungkapnya.

Lebih jauh, pihaknya meminta Kejagung mengusut tuntas penyalahgunaan wewenang oleh Novel Baswedan saat tragedi kasus sarang burung walet di Bengkulu. 

Demi keadilan terpenuhi untuk rakyat kecil, lanjut Riko, maka Corong Rakyat menyerukan kepada elite kekuasaan, seperti Presiden, Jaksa Agung, dan Kapolri bersikap fair atas kasus tersebut.

"Elit penguasa harus fair terhadap rasa keadilan keluarga korban penembakan yang diduga dilakukan Novel di Bengkulu," pungkasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati