• News

  • Peristiwa

Seru, Fadli Zon dan Bonnie Triyana Perang di Twitter soal Jenis Keris Diponegoro

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon.
NNC/Martina Rosa
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi sekaligus Ketua Umum Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia, Fadli Zon terus memperdebatkan jenis pusaka keris Pangeran Diponegoro yang belum lama ini sudah di pulangkan oleh pemerintah Belanda.

Dalam akun resmi Twitternya Fadli terlihat perang cuitan dengan salah satu netizen. Beberapa rangkaian cuitan saling melempar komentar terus bergulir.

Ketua DPR itu mencuit yang dibalaskan oleh akun @BonnieTriyana. Dalam profil twitter Bonnie Triyana mengaku bekerja pada situs historia.id sisanya dia menuliskan membantu pihak Indonesia melalui Dirjen Kebudayaan dalam proses memulangkan senjata Pangeran Diponegoro.

Hasil risetnya salah Bro
@BonnieTriyana . Kalau mau lebih jelas segera buat debat publik soal Keris Naga Siluman Diponegoro ini agar tak menyesatkan sejarah. Sy yakin itu bukan Kyai Naga Siluman Diponegoro. Tim riset harus tanggung jawab hasil riset dong, kan pakai uang negara.

@BonnieTriyana mencuitkan soal hasil riset keris tersebut.

Semua orang bebas berkomentar dan mengklaim. Kami berpegang pada hasil riset. Terima kasih.

@Fadlizon kembali membalas harus adil dalam menentukan sikap soal hasil riset yang dinilai sesat alias keliru. 

Oh jd ini riset pustaka? Ada byk ahli keris di Indonesia yg dg mudah identifikasi dhapur keris. Ini soal elementer. Sy sarankan segera Tim Riset yg dibiayai APBN itu undang uji publik soal Keris Diponegoro. Paparkan hasil riset. Klu keliru ya ngaku keliru, itu baru fair.

Tak berselang, BonnieTriyana menegaskan sebagai argumennya tentang riset keris yang menjadi rujukannya.

Sdh baca hasil riset Dr Jani Kuhnt-Saptodewo, yg pernah bekerja sbg kepala koleksi Asia Tenggara di Weltmuseum, Wina soal keris Diponegoro ini? Saya yakin para peneliti terbuka utk menerima versi lain selama itu hasil penelitian bukan sekadar sawang sinawang. Begitu pula saya.
   
   
   

Reporter : PD Djuarno
Editor : Irawan.H.P