• News

  • Peristiwa

Dinilai Lemah karena Belum Ada OTT Lagi, Begini Tanggapan Ketua KPK

Ketua KPK yang baru, Firli Bahuri.
Telusur
Ketua KPK yang baru, Firli Bahuri.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua KPK, Firli Bahuri,menanggapi pernyataan yang menyebut lembaga rasuah itu semakin melemah dalam penindakan korupsi, Menurut Firli, KPK tidak lemah karena pemberantasan korupsi harus dilakukan secara simultan, baik pencegahan maupun penindakan.

"Pemberantasan korupsi harus dilakukan secara simultan baik pencegahan maupun penindakan. Jadi jangan diasumsikan kalau pencegahan diperkuat maka penindakan akan melemah," ujar Firli Bahuri dalam keterangan tertulis, Kamis (12/3/2020).

Firli mengatakan KPK saat ini sedang memperkuat pencegahan sesuai amanat UU KPK. Selain itu, dia mengatakan KPK berkoordinasi dengan seluruh kementerian dan lembaga.

"Kita harus melihat persoalannya secara utuh. Bayangkan jika pencegahan tidak dilakukan, triliunan rupiah dana pengentasan kemiskinan bisa dicuri koruptor. Berapa juta orang miskin dan anak putus sekolah yang bisa diselamatkan dengan sistem pencegahan yang kuat. Itulah mengapa kami berkoordinasi intensif dengan seluruh kementerian dan lembaga negara lainnya," lanjut Firli.

Firli menyebut OTT bukan sebagai tujuan agar KPK tampak bekerja. Dengan belum adanya OTT KPK, bukan berarti KPK tidak melakukan pemberantasan.

"Perlu ditegaskan, OTT itu bukan tujuan atau gimmick supaya KPK terlihat bekerja. OTT adalah salah satu alat penindakan. Belum ada OTT bukan berarti kami tidak bekerja melakukan pemberantasan korupsi. Namun kami bekerja mencegah kerugian negara," imbuhnya.

Sebelumnya, KPK di era kepimpinan Firli Bahuri belum melakukan operasi tangkap tangan ( OTT) lagi setelah terakhir menjerat eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan pada awal Januari 2020. KPK menegaskan tetap bekerja.

 

Editor : Widita Fembrian