• News

  • Peristiwa

UN 2020 Tetap Sesuai Jadwal di Tengah Marak Virus Corona, Ini Imbauan Kemendikbud

Ilustrasi ujian nasional.
Istimewa
Ilustrasi ujian nasional.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tetap menjadwalkan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun 2020.

UN tetap digelar dengan memperhatikan protokol kesehatan yang tertuang dalam Surat Edaran Mendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan Corona Virus Disease (COVID-19) pada satuan pendidikan, dan informasi lainnya dari Kementerian Kesehatan.  

‘’Pelaksanaan UN 2020 tetap dilaksanakan sesuai jadwal dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, di antaranya yaitu selama penyelenggaraan ujian warga sekolah dapat menghindari kontak fisik langsung seperti bersalaman dan cium tangan selama dan sesudah ujian,” terang Plt Kepala Badan Penelitian, Pengembangan, dan Perbukuan, Totok Suprayitno.

Pernyataan disampaikan saat kegiatan Bincang Sore Pendidikan dan Kebudayaan di Gedung A lantai 2, Graha 1, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan baru-baru ini di Jakarta.

Totok mengimbau, para peserta didik untuk tidak saling meminjam alat tulis atau peralatan lain. Selain itu, warga sekolah disarankan mencuci tangan menggunakan air dan sabun atau pencuci tangan lain berbasis anti kuman sebelum dan sesudah ujian.

"Saya berharap juga agar peserta ujian tidak memaksakan hadir di sekolah bagi yang memiliki keluhan sakit dengan gejala demam/batuk/pilek/sakit tenggorokan/sesak napas, dan dapat menggantinya pada waktu yang lain,” terangnya.

Adapun pihak sekolah diimbau untuk memastikan ketersediaan alat pembersih sekali pakai di depan ruang ujian, serta membersihkan ruang ujian sebelum dan sesudah digunakan untuk setiap sesi UN.

“Pembersihan dilakukan menggunakan disinfektan untuk seluruh lokasi yang digunakan oleh peserta UN, seperti handel pintu, saklar lampu, komputer, papan tik (keyboard), mouse, kursi, meja, dan alat tulis,’’ tutur Totok.

Totok menegaskan, jika ditemukan warga sekolah yang mengalami gejala infeksi COVID-19 agar kepala sekolah segera meminta yang bersangkutan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Jika terdapat kasus dalam jumlah besar kepala sekolah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan setempat.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan.H.P