• News

  • Peristiwa

Netizen Ungkap Pemerkosaan dan Pelecehan Lebih dari 8 Wanita oleh Pemusik Indie Tangerang

Gambar screen capture utas/thread tindakan pemerkosaan dan pelecehan oleh pemusik indie Tangerang.
Twitter @sonuvabitjxh
Gambar screen capture utas/thread tindakan pemerkosaan dan pelecehan oleh pemusik indie Tangerang.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Akun twitter gausa @sonuvabitjxh melaporkan kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual yang dilakukan oleh seniman musik indie yang fokus di ranah musik instrumental/noise dengan nama panggung Samparrrr.

Pelaku pelecehan itu memiliki nama asli Rofi Najib Faisal dikenal juga dengan nama lain Bijan Faisal, dan juga Rustikutas.

Memulai utas (thread) atau tweet panjangnya atas kasus tersebut, @sonuvabitjxh pada Minggu (15/3/2020) mengatakan, "Disini saya bermaksud untuk menjelaskan beberapa hal terkait kasus tersebut yang kiranya perlu kalian ketahui."

Ia juga mengklaim tweet itu sudah memperoleh izin dari para korban dan pendampingnya. Kasus pelecehan ini, ditulis dalam utas tersebut, pertama kali mendapat sorotan publik setelah salah satu korban mengungkapkan lewat akun twitternya.

"Twit tersebut berisi bukti berupa screencapture chat dengan pelaku, beberapa bulan setelah kejadian," cuitnya.

Ia juga mengatakan, respon paling cepat yang didapat setelah kasus mencuat adalah dari kolektif yang berbasis di Tangerang, Elang Terbang Kolektif.

"Respon tersebut berupa pernyataan yang disampaikan lewat instagram mereka setelah sebelumnya menghubungi rekan kami yang juga mengenal korban,"

Pada 10 Maret 2020, lanjut @sonuvabitjxh, pihaknya juga berusaha menemuni Samparrrrr yang akan tampil dalam salah satu acara musik yang diadakan di Rubanah Underground, Menteng. Namun tidak membuahkan hasil karena pelaku ternyata tidak muncul dan sulit dihubungi.

"Walau begitu, kami tetap berupaya untuk menyebarkan kasus ini kepada pengunjung dengan cara menempelkan selebaran berisi foto dan kronologi kejadian yang dibuat oleh korban sendiri. Hingga akhirnya tindakan itu mengundang perhatian penyelenggara acara,".

Dari post tersebut, rupanya diketahui bahwa korban tidak hanya satu orang. "Bukan hanya kawan kami, korban-korban lainnya mulai speak up," katanya.

Dari setiap korban lain yang speak up, lewat media sosial pribadinya atau langsung menghubungi rekan kami (di kolektif atau personal), kami kumpulkan keterangan yang korban berikan.

Hingga saat ini, korban yang berhasil menjangkau/dijangkau oleh kami berjumlah 8 orang.

Korban sebenarnya berjumlah lebih dari 8 orang. Selain yang sudah kami dampingi, pelaku menyebutkan bahwa ia sampai tidak bisa menyebutkan nama dan menghitung berapa jumlah korban yang sebenarnya.

"Pelaku benar-benar lupa berapa banyak korbannya"

Dari situ, diskusi soal tuntutan korban terhadap pelaku jadi semakin meluas dan mengerucut. Beberapa pilihan sudah masuk ke catatan, termasuk upaya pemulihan korban dan pendampingan lanjutan.

"Kami memberi ruang seluas-luasnya pada korban untuk memilih dan menyampikan tuntutan."

Menurutnya, untuk saran dan pertanyaan soal pengembangan kasus ke jalur hukum, itu sudah ada di dalam catatan tuntutan korban. Karena butuh persiapan matang sekali untuk memilih jalur tersebut. "Energi yang dibutuhkan juga akan sangat besar, apalagi untuk mental korban."

"Prioritas utama kami adalah korban dan apa yang diinginkan korban secara keseluruhan. Apapun itu kami akan menghormati dan mengusahakan yang terbaik," imbuhnya.

Korban untuk saat ini didampingi oleh rekan terdekat korban dan perwalikan dari beberapa kolektif, yaitu: TangoRango, Perempuan dan Persimpangan, Langenswara, dan Elang Terbang.

Hingga pukul 11:20 WIB, Senin (16/3/2020) utas tersebut telah dibagikan (retweet) pengguna twitter sebanyak 6.500 kali, dan disukai oleh sebanyak 12.800 pengguna. Berikut beberapa komentar netizen atas kasus tersebut:

Riri @KeikoHeonhe · 8h
liat video pernyataan dia, sorot matanya seperti ga ada penyesalan. ini sih predator sexual, ngeri. semoga ada keadilan buat para korban,

Santoso Faris @fariz_id · 10h
Jangan dibiasakan lapor polisi, gebuki wae

triaji satrio
@triaji_satrio · 10h
apa cuman gw yang gak tau dia siapa?  

Jeffrey (Yanagi) @jeprince97 · 5h

Dari semua kasus pelecehan yg g baca, baru kali ini g ketemu kasus yg bener2 BERHASIL menghajar pelaku. Manthap! Pelaku memang HARUS DIHUKUM. Budaya busuk patriarkis memang harus dienyahkan, dan tentu juga jgn sampe feminazi numpang tenar di sini.

Fahmi @udang_mayonaise · 5h

Maaf, aku gak ngerti dia siapa tapi dari mukanya muka mesum banget, gembel parah. Mana kalau ngomong pakai sok-sokan kata puitis lagi.

Mbak semoga kasusnya cepet kelar ya, dan mental para korban-korbannya bisa cepat pulih.

Angga Argya Pratama @bukanpemerintah · 3h
Biarpun dia salah gaboleh menghina juga, ga ada yang benar dalam menghina. Manusia ga ada yang sempurna, anda menghina manusia berarti anda menghina penciptanya juga

Editor : Irawan.H.P