• News

  • Peristiwa

Luhut Sebut Keputusan Bisa Besok atau Lusa, Birgaldo: Takut Lockdown? Biji Lo Soak

Birgaldo Sinaga
foto: istimewa
Birgaldo Sinaga

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa lockdown atau karantina wilayah guna menekan virus corona (Covid-19) masih dalam kajian.

Luhut dalam postingan di akun pribadi Instagram @luhut.pandjaitan, Selasa (24/3/2020) menuturkan saat ini pemerintah memang belum menghitung kemungkinan melakukan lockdown.

“Bisa saja besok, lusa, kita tiba-tiba (lockdown) per daerah. Daerah A mungkin kita karantina. Tapi kita tidak mengerti karena tidak ada istilah dalam UU mengenai lockdown atau karantina ini. Jadi kalau ada karantina kecamatan, desa, sampai nanti kota atau provinsi, kajiannya sedang berjalan saat ini,” katanya.

Luhut meminta segenap masyarakat untuk terus mendukung pemerintah dalam upaya menangani penyebaran virus corona. Dia menhakui penanganan pemerintah masih bermasalah. Namun, ia meyakini upaya yang dilakukan semakin baik ke depan.

“Kita semua harus mendukung pemerintah. Jangan silang pendapat, jangan salahkan sana sini, karena pemerintah kan melihat dengan luas sekali. Tidak mungkin pemerintah careless (ceroboh) atau dikatakan Presiden ragu-ragu. Tidak,” ujarnya.

Menanggapi pernyataan Luhut Binsar Pandjaitan, pegiat media Birgaldo Sinaga membuat catatan pendek dalam dinding Facebooknya, Rabu (25/3/2020). Birgaldo beberapa hari terakhir terus menyuarakan perlunya Indonesia segara lakukan lockdown namun justru ia banyak dikritik warganet.

Jika besok dalam waktu dekat Presiden Jokowi menetapkan lockdown Indonesia, mulut2 yang mencaci maki gue kemarin tolong disemprot pake disenfektan ya.

Hidungnya disemprot hand sanitizer. Takut Lockdown? ...Biji lo soak...

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo tidak memasukkan lockdown (menutup kota atau negara) sebagai salah satu kebijakan untuk mengurangi penyebaran virus corona.

"Sampai saat ini tidak ada kita berpikiran ke arah kebijakan lockdown yang paling penting dilakukan adalah mengurangi mobilitas orang dari satu tempat ke tempat lain," kata Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin.

Kebijakan lockdown tersebut menurut Presiden juga adalah kebijakan pemerintah pusat, bukan daerah. Presiden menekankan pelaksanaan social distancing atau memberikan jarak dengan orang lain.

Editor : Taat Ujianto