• News

  • Peristiwa

Jefsen Bahagia Ibunda Jokowi Wafat dan Sebut Corona Gegara Dia, Denny: Astaghfirullah!

Denny Siregar
foto: istimewa
Denny Siregar

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ibunda Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo, Sudjiatmi Notomiharjo, atau yang biasa disapa Eyang Noto, meninggal di Solo, Jawa Tengah, pukul 16.45 WIB. Rabu (25/3/2020).

Tak hanya Presiden Joko Widodo, haru biru perasaan duka itu juga turut dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Melalui cuitan di media sosial, tak sedikit masyarakat Indonesia menyampaikan belasungkawa atas kepergian Eyang Noto itu.

Namun, ada hal yang mengejutkan dibalik suasana duka atas kepergian Eyang Noto, Ibunda Jokowi itu.

Seorang Warganet Facebook bernama Jefsen Satria mendadak viral di medsos, dalam postingannya akun Facebook tersebut menuliskan ucapan selamat atas kepergian Eyang Noto dan menyebut penyebaran COVID-19 di Indonesia akibat ulah Jokowi yang menampung China Komunis.

"Selamat ya atas matinya mak jokowi kmi rakyat terutama umat islam..sangat bahagia dan bersuka ria...smga anak dan jkowi cpat nyusul ke nraka ya.amin.yg ga bersuka ria itu hanya cinakomunis,dan kafir pki...pki betina bkn sh yg mati..," tulis akun Facebook Jefsen Satria, Rabu (25/03/2020).

Akun Facebook bernama Jefsen Satria itu bahkan menulis bahwa penyebaran COVID-19 disebabkan karena ulah Jokowi yang menampung cina komunis di Indonesia.

Selain itu, akun Facebook Jefsen Satria itu juga menyebutkan bahwa larangkan pemerintah terhadap masyarakat untuk beribadah di masjid itu seperti gaya PKI jaman dulu.

"Ini kan corona nyebar krn ulah jkowi yg mnampungi cinakomunis d tanah nair kmi..jd bila kalian mash da hati trhdap rskyat jgn lah bubarkan mngusir rskyat yg sdang berniaga atau smpainlbmntup masjid spert gaya pki...dolusi itu kash sarung tangan masker tuk rakyat itu solusi ny bkn sprt saat ini nmanya intmidasi rakyat dan umat islam...#lengserkaujokowi," tulis akun Facebook itu.

Menanggapi akun tersebut, pegiat media sosial Denny Siregar membuat cuitan di akun Facebooknya, (26/3/2020).

"Astaghfirullah... Terbuat dari apa hati orang ini dan mereka yang sejenis dengannya ? Mungkin ada yang pengen nyamperin.."

Editor : Taat Ujianto