• News

  • Peristiwa

Istri Pendeta Ikut Meninggal, Birgaldo: Baru Kali Ini Ada Virus seperti Sinar Mentari

Birgaldo Sinaga
foto: istimewa
Birgaldo Sinaga

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pasien wanita berusia 61 yang terpapar corona meninggal dunia. Ia adalah istri dari pendeta positif Corona yang meninggal pada Sabtu (21/3) di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Kabar tersebut menambah duka umat Kristiani yang menjadi jemaahnya. Ucapan duka juga diucapkan pegiat media sosial, Birgaldo Sinaga dalam akun Facebooknya, Sabtu (28/3/2020).

"Turut berdukacita untuk keluarga pendeta. Dari peristiwa ini kita diperingatkan Covid 19 menembus siapapun di kolong langit ini. Di Inggris Pangeran Charles dan PM Inggris Bojo juga positif," tutur Birgaldo.

"Di tanah air tak terbilang pejabat, pemuka agama, pengusaha, artis, profesional hingga kalangan rakyat jelata disapu badai Corona. Baru kali ini ada virus yang sifatnya seperti sinar mentari. Berbagi rata sinarnya ke seluruh penjuru dunia. Semua benua dimasukinya," pungkasnya.

Seperti dilansir Detik.com, seorang warga Desa Cihanjuang, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, meninggal karena terpapar virus Corona (Covid-19). Ia merupakan istri dari pendeta yang sudah meninggal sebelumnya.

Berdasarkan informasi, istri pendeta tersebut juga meninggal di RSHS Bandung, pada Jumat (27/3/2020) sore.

"Iya betul hari ini meninggal positif Coronavirus. Istri dari pendeta yang meninggal minggu lalu," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat Hernawan Widjajanto saat dihubungi.

Suami-istri itu dipastikan positif Corona dan termasuk ke klaster penyebaran virus tersebut dari seminar keagamaan di Hotel Lembang Asri, pada 3-5 Maret 2020.

"Iya mereka ikut acara keagamaan di Lembang itu," kata Hernawan.

Seluruh jemaat yang menghadiri kegiatan keagamaan itu dikategorikan sebagai Orang dalam Pemantauan (ODP). Sementara jumlah jemaat yang hadir saat ini masih dalam proses identifikasi.

"Mereka (jemaat) yang hadir di acara Lembang sudah diinstruksikan untuk melakukan karantina sendiri. Kami juga masih lakukan identifikasi jumlah jemaatnya," tutur Hernawan.

Editor : Taat Ujianto