• News

  • Peristiwa

Lockdown di India Kacau, Warganet: Jangan Sampai Terjadi di Indonesia

  Lockdown di India kacau, Warganet: Jangan sampai terjadi di Indonesia
DW
Lockdown di India kacau, Warganet: Jangan sampai terjadi di Indonesia

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Desakan untuk lockdown terus digaungkan oleh berbagai pihak dengan alasan untuk menyelamatkan nyawa masyarakat. Namun hingga kini Presiden Joko Widodo tetap dengan pilihannya untuk tidak melakukan lockdown karena tidak cocok diterapkan di Indonesia.

Hal tersebut dibuktikan dengan kekacauan yang terjadi di India setelah diputuskan lockdown oleh pemerintahnya. Ribuan buruh migran yang tetap memaksa pulang ke kampung halamannya di Uttar Pradesh. Kejadian itu terekam di sebuah wilayah bernama Anand Vihar di kota New Delhi. 


"Jadi lokdan lokdon, dengan hukum besi pun menghasilkan yang beginian. Menurut anda India kurang tegas ga? Pemimpinnya keren apa ga jadi keren?

Sangat penting menimbang2 kondisi obyektif bangsa. India ga lakukan pertimbangan itu. Cuma tergesa2 mengikuti hasrat kelas menengah," kata @datuakrajoangek yang postingannya ikut di retweet oleh komika Ernest Prakasa pada Sabtu (28/3/2020).

Gambaran kekacauan di India itu mengundang banyak perhatian dari warganet di Indonesia. Banyak dari mereka yang khawatir hal tersebut akan terjadi jika Indonesia melakukan lockdown.

"Lockdown adalah pilihan terakhir... Cari cara lain untuk kita bisa lepas dari corona...," kara @Fernando_ando

"Setujuh pak  Jangan Sampai Terjadi Di Bumi Indonesia yg kita Cintai," tutur @WMalohing.

"Saya yakin pak jokowi memikirkan ini, makanya sepertinya butuh waktu............. yg tepat," komen @rere_milan.

""Hasrat Kelas Menengah".Bahasa yang sangat halus yang selama 2 minggu ini gak bisa saya temukan.Byk yg pengin LD yg saya kenal mmg kalangan menengah,yg rebahan di rumah tu hy punya mslh rasa bosan walaupun py piranti hiburan macam2.Mrk gak tahu bgmn kalangan urban yg begini," kata

@yudisnjaya.

Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud MD membenarkan bahwa pemerintah tengah mempersiapkan aturan mengenai lockdown yang diistilahkan oleh pemerintah sebagai karantina wilayah.


"Sekarang ini kami sedang menyiapkan (aturan) lockdown, yang dalam bahasa resmi hukum Indonesia karantina kewilayahan. Sebenarnya lockdown itu karantina kewilayahan. Saat ini saya sedang berkumpul dengan teman-teman untuk menyiapkan semacam rancangan peraturan pemerintahnya karena memang harus diatur oleh peraturan pemerintah," kata Mahfud dalam konferensi pers yang disiarkan secara langsung kepada wartawan, Jumat (27/3/2020).


Langkah itu diambil pemerintah pusat lantaran, disebut Mahfud, sejumlah daerah mulai melakukan pembatasan. Dalam aturan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018, disebut Mahfud, sudah diatur tetapi, diperlukan implementasi dalam PP. 


Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Sulha Handayani