• News

  • Peristiwa

Ruhut: Pihak yang Mendesak Indonesia Lockdown, Miliki Niat Busuk dan Barisan Sakit Hati

Politikus Ruhut Sitompul
Galamedianews
Politikus Ruhut Sitompul

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mantan Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf, Ruhut Sitompul mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunda lockdown di tengah-tengah mewabahnya virus Corona atau COVID-19.

Mantan politisi Partai Demokrat itu mencontohkan India dan Maxico dan beberapa negara yang telah menerapkan lockdown terhadap negaranya, saat ini tengah dilanda kerusuhan.

"100 utk Pak Joko Widodo Presiden RI dgn Arif & bijaksana menunda LockDown, Iihat India Mexico & beberapa Negara di Dunia krn belum siap menjadi rusuh," kata Ruhut dalam akun Twitternya, @ruhutsitompul, Minggu (29/3/2020).

Ia pun menyidir selama ini pihak yang mendesak lockdown memiliki niat busuk dan barisan sakit hati. "Jadi yg selama ini ngotot LockDown ketahuan niat busuknya Barisan Sakit Hati 'Kadrun2 gagal total Indonesia Aman " MERDEKA," tulisnya lagi.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengungkapkan alasan melarang melakukan lockdown atau karantina wilayah dalam mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19). Menurut dia, setiap negara memiliki karakter dan budaya yang berbeda-beda.

Dia mengaku telah melakukan kalkulasi dan analisis yang matang terhadap negara-negara yang melakukan kebijakan lockdown. Hasilnya, Jokowi menilai menjaga jarak antarmanusia adalah kebijakan yang paling pas di Indonesia.

"Kebijakannya seperti apa semua dari Kemenlu dari Dubes yang ada terus kita pantau setiap hari. Jadi yang paling pas di negara kita physical distancing, menjaga jarak aman," jelas dia.

Diketahui Kebijakan lockdown nasional yang diambil Perdana Menteri India Narendra Modi berujung malapetaka. Kerusuhan tak terhindarkan karena ketakutan masyarakat akan COVID-19.

Pada Selasa 24 Maret 2020 lalu, Modi mengumumkan pemberlakuan lockdown skala nasional selama 21 hari. Mendengar pengumuman itu, warga India panik dan menyerbu toko-toko makanan serta obat sebagai stok.

Awalnya, masyarakat hanya mengantre biasa. Pemandangan lautan manusia yang sibuk mencari stok makanan dan obat tampak di beberapa kota utama, seperti Delhi, Mumbai dan Bengaluru.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Nazaruli