• News

  • Peristiwa

Bersyukur Indonesia Tak Lockdown, Warganet: Politisi Busuk yang Mau Indonesia Kaya India 

Pegiat media sosial Denny Siregar
Senayanpost
Pegiat media sosial Denny Siregar

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial Denny Siregar menyoroti kekacauan yang terjadi di India gara-gara pemerintahnya memutuskan untuk melakukan lockdown. Akibatnya, banyak masyarakat kelas bawah yang kelaparan dan tak memiliki pekerjaan nekat untuk pulang ke kampung halamannya.

Menurut pria yang akrab disapa Densi itu, kebijakan lockdown jika tidak dihitung dengan matang dampak ekonomi dan sosialnya, bisa berubah menjadi bencana baru.

"Saya bersyukur, meski didesak dari mana2 @jokowi tidak frontal menerapkan konsep lockdown. 

Dia berhitung dgn cermat dampak ekonomi dan sosialnya, meski diejek sbg "pemimpin tidak tegas".

Kasus India bisa jadi pelajaran, bgmn lockdown jadi bumerang," kata Denny di akun twitternya, Minggu (29/3/2020).

Postingan Denny ini mendapat respon positif dari warganet. Mereka rata-rata sepakat dengan keputusan Presiden Jokowi untuk tidak melakukan lockdown karena khawatir akan terjadi gejolak sosial seperti di India.

"Nggak lock down aja udah pada puzzliing..

Kasihan bang ojol...

Staying at home is enough...lahh," kata @AhmadIs25577096.

"Said didu, RR, tengkujul, JK menginginkan Indonesia seperti itu.. tapi Allah masih melindungi kita semua.. Alhamdulillah," ujar @RRobaz.

"Kalo Indo dibikin lockdown, bukan hanya terjadi pulkam berjamaah dari kota ke kampung halaman..

Kelompok ekonomi kurang mampu tapi bebal minta lockdown, bakal kaget dengan realita yang sebenarnya, nah itulah yang dijadikan pasukan oleh politisi busuk untuk bikin rusuh dan rasis," kesal @haziel95.

"Sekarang KADRUN mikir keras nurunin pak Jokowi bang

Maksud hati menggoreng lock down, sebagai jaln ,setelah melihat India chaos, semakin jelas Lockdown bukan solusi, justru LOCKDRUN yang harus dilakukan..," kata @Brewok60447739.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Nazaruli