• News

  • Peristiwa

Pilih Darurat Sipil, Birgaldo: Masak Percaya Sama Orang yang Buat Proyek Formula E

Birgaldo Sinaga
foto: istimewa
Birgaldo Sinaga

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Presiden Joko Widodo menegaskan tidak akan menerapkan darurat sipil dalam penanganan Covid-19. Hal itu disampaikan Jokowi dalam keterangan pers di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (31/3/2020). Menurut kepala negara, semua skenario disiapkan untuk penanganan Covid-19. Baik dari skala moderat, sedang, maupun terburuk.

Menanggapi kebijakan tersebut, aktivis kemanusiaan, Birgaldo Sinaga, Rabu (1/4/2020) membuat catatan berjudul, "LOCKDOWN ATAU DARURAT SIPIL?" di dinding Facebooknya.

"Lockdown atau Darurat Sipil? Ya, saya pilih darurat sipil dong. Meskipun ini lebih keras dan represif. Kenapa? Karena kalo diputuskan lockdown partial atau karantina wilayah, itu anggaran dipegang gubernur daerah tersebut," tutur Birgaldo.

"Sementara kalo darurat sipil lalu ditetapkan karantina wilayah maka yang pegang anggaran itu Menteri Keuangan. Gubernur tunduk pada garis komando Presiden Jokowi. Ya gue lebih percaya Ibu Menkeu Sri Mulyani lah yang atur anggaran lawan Covid 19. Masak elo lebih percaya sama orang yang buat proyek gak jelas seperti Formula E. Ngawur kamu," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, menurut Presiden Jokowi, semua skenario disiapkan untuk penanganan Covid-19. Baik dari skala moderat, sedang, maupun terburuk.

"Darurat sipil itu apabila terjadi yang up normal sehingga perangkat harus disiapkan dan kita sampaikan. Tapi kalau keadaan sekarang tentu saja tidak," kata Jokowi.

Kemarin, Jokowi mengungkapkan akan menerapkan pembatasan sosial berskala besar dengan kekarantinaan kesehatan. Apabila keadaan sangat memburuk, maka dapat menuju darurat sipil.

Dalam rilis video Kemenko Marves, Selasa (31/3/2020), Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, presiden tidak akan terburu-buru mengambil keputusan terkait penanganan Covid-19.

"Apalagi yang belum pernah kita alami. Karena dalam undang-undang tak ada soal virus ini, hanya soal bencana alam. Apakah ini bisa dikategorikan bencana alam, kita lihat," ujarnya.

Lebih lanjut, Luhut juga mengatakan tidak ada istilah lockdown di Indonesia. Ia pun menyinggung tidak semua negara berhasil menerapkan lockdown.

"Hanya China yang berhasil. Setiap negara cari modelnya masing-masing. Jangan buru-buru menghakimi, memberikan komentar yang tidak pas," kata Luhut.

Editor : Taat Ujianto