• News

  • Peristiwa

Cegah Covid-19 Kemenkumham akan Bebaskan Koruptor, Ari Junaedi: Mengusik Keadilan

Pengamat komunikasi politik Ari Junaedi
Inilahonline
Pengamat komunikasi politik Ari Junaedi

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Rencana Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly ingin merevisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2012 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di lembaga pemasyarakatan terus mengundang polemik. Hal ini juga mengundang perhatian pengamat komunikasi politik Ari Junaedi.

Ia menganggap rencana pembebasan koruptor tidak layak dilakukan, karena mengusik rasa keadilan yang hakiki. 

Ari menjelaskan, Kemenkumham berencana akan membebaskan narapidana, termasuk untuk kasus korupsi yang telah menjalani masa hukuman 2/3 masa pidana dan berusia di atas 60 tahun.

Terpidana seperti mantan Menteri Kesehatan era SBY Siti Fadhilah Supari, mantan Menteri Pertambangan era SBY Jero Wacik, mantan Menteri Agama era SBY Suryadharma Ali, mantan Ketua DPR Setya Novanto, dan mantan Ketua MK Patrialis Akbar, memenuhi kriteria mendapat pembebasan.

"Bayangkan mereka seenaknya merampok uang rakyat, hidup bermewah-mewahan dan potensi aset kekayaannya yang tidak ikut tersita masih ada, sangat menciderai rasa keadilan jika mereka dibebaskan. Alasan merebaknya wabah virus corona dan tidak proporsionalnya daya tampung lembaga pemasyarakatan, harusnya tidak serta merta ikut meringankan hukuman koruptor. Harusnya Kemenkumham hanya membebaskan narapidana tindak pidana ringan seperti kasus pencurian dan penipuan yang dilakukan karena alasan kemanusiaan. Saya berharap Presiden Jokowi terketuk rasa keadilannya dengan menolak revisi PP khusus untuk koruptor," ungkap Ari Junaedi di Jakarta, Sabtu (4/4/2020).

Dalam amatan Ari Junaedi, jika memang terpaksa akhirnya PP tetap direvisi dan narapidana tindak korupsi bisa bebas melenggang, hukuman sosial harusnya tetap diberlakukan kepada para pencoleng uang rakyat.

"Tempatkan mereka di garda terdepan penanganan wabah Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran atau RS Persahabatan. Pengalaman Siti Fadhila Supari sebagai dokter, tentu berguna untuk membantu penanganan pasien suspect corona. Patrialis Akbar, Setya Novanto, dan Suryadharma Ali bisa membantu di bagian pemulasaran jenazah pasien positif corona. Jero Wacik bisa membantu dibagian administrasi pasien. Masak tidak malu dengan dokter Gunawan yang sudah berusia 80 tahun dan tidak pernah tersangkut tindak pidana, tetapi iklas membantu," katanya. 

Menurutnya, publik akan memberi apresiasi dengan langkah kemanusian jika para koruptor yang bebas masih punya arti di masyarakat saat ini. 

"Saya justru malah pesimis, mereka-mereka yang keluar ini akan malah bikin gaduh negara jika bebas di rumah dengan komentar-komentar yang tidak produktif, karena merasa tetap tidak bersalah. Efek jera dari hukuman dan aksi kemanusian harus menjadi pertimbangan dari revisi PP tersebut," ujar Ari.

Editor : Y.C Kurniantoro