• News

  • Peristiwa

Wacana Pembebasan Napi Koruptor Terkait Corona, Guntur Romli: Mereka Penjahat Kelas Kakap

Wacana pembebasan napi koruptor terkait Covid-19, Guntur Romli: Itu cederai keadilan.
PSI
Wacana pembebasan napi koruptor terkait Covid-19, Guntur Romli: Itu cederai keadilan.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Muhammad Guntur Romli menanggapi usulan Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly membebaskan narapidana kasus koruptor dan narkotika, terkait wabah Corona atau Covid-19.

Menurut Guntur, mewabahnya virus Corona tak bisa dijadikan dalih melepaskan napi koruptor atau pengedar narkotika yang dinilainya penjahat kelas kakap, yang sewaktu-waktu bisa kambuh.

Dikatakannya, usulan Yasonna dapat mencederai keadilan dan rasa kemanusiaan. Mengingat masih adanya pasien atau tenaga medis yang merupakan garda terdepan penanggulangan virus, terpapar Covid-19.

"Covid-19 tdk bisa dijadikan dalih melepaskan napi koruptor, mafia & pengedar narkoba, penjahat2 kakap yg bisa kambuh saat dilepas, itu menciderai keadilan, rasa kemanusiaan hrusnya difokuskan pd yg terpapar Covid-19 & mrk yg di garda depan terlibat penanggulangan," kata Guntur dalam akun Instagram @GunRomli.

Sebelumnya Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengaku telah menyiapkan rencana untuk mencegah penyebaran Covid-19 di dalam lapas. Salah satunya dengan membebaskan sejumlah narapidana dari lapas yang sudah melebihi kapasitas.

"Kami menyadari betul bahwa lapas yang overkapasitas kami sadari dampaknya jika ada yang sampai terpapar [Covid-19] di lapas," kata Yasonna dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR RI pada Rabu (1/4/2020).

Kementerian Hukum dan HAM sendiri telah mengeluarkan Peraturan Menkumham Nomor 10 tahun 2010 dan Keputusan Kemenkumham No.19/PK/01/04/2020 untuk mengeluarkan sejumlah narapidana. Yasonna memproyeksikan, sekitar 30-35 ribu narapidana bisa dikeluarkan dengan beleid ini.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Sulha Handayani