• News

  • Peristiwa

Felix Siauw Sebut Pemerintah Lamban Tangani Corona, Malah Ingin Bebasin Koruptor

Ilustrasi tahanan di dalam penjara.
kiblat.net
Ilustrasi tahanan di dalam penjara.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Felix Siauw mengkritik kebijakan pemerintah melalui Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly. Sebab, menteri dari kader PDIP itu memberikan kebebasan kepada sejumlah Napi karena menghindari pandemi corona.

Hal itu diungkapkan ustaz mualaf itu melalui rangkaian cuitan dari akun resmi twitternya @felixsiauw di Jakarta (5/4/2020).

"Janggal memang, untuk penanganan langsung covid-19 yang kerugiannya nyata, pemerintah dinilai sangat lamban dan tak tepat, bahasa anak sekarang, nggak gercep".

Selanjutnya, ia menuliskan, "di tengah ngerinya covid-19 ini, Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly, malah berencana membebaskan sebagian napi kasus korupsi."

"Alasannya lucu, mencegah penyebaran virus covid-19 di penjara. Logikanya, malah lebih aman di penjara, sebab kalau nggak bergerak, ya nggak tertular," cuit Felix di akun twitternya itu.

Ia juga menulis, "Yang lebih lucu, untuk urusan seperti ini, si menteri gercep, passion banget buat bebasin napi koruptor, padahal kita tahu, yang hancurin Indonesia banget itu ya korupsi".

"Makin membuka mata kita, siapa yang sukanya menunggangi isu, atau buat framing sehingga bisa menguntungkan dirinya, kelompoknya, atau siapa yang punya "pesanan" dibaliknya," demikian bunyi tweet-nya itu.

Mengakhiri tweet-nya itu, Felix menuliskan bahwa sesuai data ICW bilang pada 2018 korupsi merugikan negara Rp9,29 triliun.

"Di 2019, KPK bilang potensi kerugian korupsi sampai 200 T, dibeliin cendol berapa banyak tuh?," ujarnya.
   


Reporter : PD Djuarno
Editor : Irawan.H.P