• News

  • Peristiwa

Surat Klarifikasi Said Didu ke Luhut, Ferdinand: Bentuk Ngeles dan Ketakutan

Kepala Divisi (Kadiv) Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean.
Kepala Divisi (Kadiv) Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu akhirnya mengirimkan surat klarifikasi sebagai balasan atas surat dari Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pada tanggal 4 April yang lalu.

Secara umum, dalam suratnya, Said ingin menjelaskan apa yang disampaikannya merupakan suatu bentuk kritik. Namun semua pembelaan dari pria yang jadi salah satu pendukung Prabowo pada pilpres 2019 yang lalu itu dianggap hanya ngeles semata.

Menurut politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaen, Said malah dianggap ketakutan dengan Luhut sehingga sampai mengirimkan surat klarifikasi.

“Penilaian sy :

1. Point 2.a mengalihkan tuduhan tendendius dr pribadi LBP menjadi kritik kebijakan Pemerintah.

2. Point 2.b bentuk ngeles/ketakutan tak bertanggung jawab stlh sebelumnya kata DI KEPALA LUHUT menjadi pembenaran kinerja LBP

3. Point 3 Berharap bkn melawan,” kata Ferdinand di akun Twitternya, Selasa (7/4/2020).

Sebelumnya, pria yang memiliki nama lengkap Muhammad Said Didu itu mengirim surat kepada Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan. Melalui unggahan di akun Twitter pribadinya, @msaid_didu, pada Selasa (7/4/2020) Said Didu menunjukkan surat tersebut. Terdapat empat poin yang menjadi klarifikasi Said Didu.

Poin pertama, Said Didu menjelaskan bahwa video yang diunggah dengan judul "Luhut: Uang, Uang dan Uang" pada kanal YouTube M. Said Didu merupakan ulasan analisis prioritas kebijakan pemerintah dalam penanganan Covid-19.

Said Didu menegaskan, pernyataannya yang menyebut Luhut hanya memikirkan uang, uang dan uang juga termasuk dalam rangkaian analisis tersebut.

Menurutnya, kebijakan pemerintah saat ini lebih mengutamakan kebijakan penyelamatan ekonomi dibandingkan dengan kebijakan mengatasi pandemi virus corona.

Selain itu, Said Didu berpendapat Luhut sebagai menteri lebih mengutamakan kebijakan penyelamatan investasi. Ia juga meluruskan pernyataannya terkait dengan Sapta Marga.

"Pernyataan saya terkait Sapta Marga yang secara jelas saya katakan bahwa 'semoga terbersit kembali sapta marga' merupakan harapan kepada Bapak sebagai Purnawirawan TNI bahwa dengan jiwa sapta marga pasti akan memikirkan rakyat, bangsa dan negara," tulis Said dalam suratnya.

Said Didu mengaku tidak ada maksud kepentingan pribadi dalam penyampaian pernyataan tersebut.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Irawan.H.P