• News

  • Peristiwa

Mahfud MD Sebut Ada Pihak Sengaja Mengadu Domba Pusat dengan DKI Jakarta

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.
Istimewa
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan ( Menko Polhukam), Mahfud MD menyebut ada pihak-pihak yang suka mengadu domba antara pemerintah pusat dengan daerah khususnya DKI Jakarta. Dia menemukannya khususnya di media sosial.

"Orang-orang tertentu itu saja, itu-itu saja. Pusat dan daerah berbenturan. Kami dengan DKI baik. Ada yang mengadu domba. Cuma di medsos," kata Mahfud di acara Indonesia Lawyers Club (ILC) tvOne, Selasa, 7 April 2020.

Persoalan ada perdebatan, Mahfud mengakuinya. Tapi hal tersebut menurutnya adalah biasanya saja.

"Misalnya ada yang mengatakan DKI dipotong. Ada wartawan tanya ke saya Anies membatalkan formula E, saya jawab bagus dalam situasi begini gak mungkin dilanjutkan dan tidak akan sukses. Di berita, menurut Mahfud karena takut tidak sukses.. di balik begitu, diadudomba," kata Mahfud lagi.

Mahfud mengeluhkan pandangan sejumlah orang terkait hubungan pemerintah pusat dengan DKI Jakarta yang seakan-akan politik saja. Dia menegaskan pemerintah pusat tidak pernah mengganjal Pemprov DKI Jakarta.

"Kita sama-sama menyelesaian ini," katanya.

"Saya dengan Anies WA-an terus. Kita ketawa saja dengan orang yang mengadu domba itu," lanjutnya.

Mahfud juga menyinggung soal pernyataanya yang menyebut kepada daerah jangan jadikan masalah corona ini sebuah panggung. Lalu pihak-pihak tertentu menilai pernyataan itu ditujukan kepada Anies.

Padahal, dia tengah menyoroti tindakan seorang bupati di Jawa Barat yang memvirakan videonya sendiri. Dalam video itu, si bupati menyatakan di daerahnya ada yang kena corona.

"Siapa yang memberikan informasi tidak jelas. Jam 1, jangan jadi panggung. Salah satu bupati di Jawa Barat. Nggak ada urusannya dengan Anies. Anda junior saya, bagus jalan. Besok juga rapat virtual dengan semua gubernur se-Jawa, bagaimana memperbaiki penanganan ini secara lebih sempurna," tuturnya.

 

Editor : Widita Fembrian