• News

  • Peristiwa

Dukung AJI Kecam Konpers Anies, Denny: Sebelum Larang Orang, Mulai Dari Diri Sendiri Dulu

Anies Baswedan di media update penanganan Covid-19 disiarkan melalui Youtube Pemprov DKI Jakarta.
Youtube Pemprov DKI Jakarta
Anies Baswedan di media update penanganan Covid-19 disiarkan melalui Youtube Pemprov DKI Jakarta.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendapatkan kritik tajam dari Asosiasi Jurnalis Indonesia (AJI) lantaran tetap menggelar konferensi pers tatap muka saat mengumumkan Pembatasan Sosial Berskala Besar di Jakarta, Selasa (7/4/2020) lalu.

Kritikan AJI itu sejalan dengan pendapat pegiat media sosial Denny Siregar. Pria yang sering disebut buzzer pemerintah itu menganggap Anies terlalu nafsu untuk menggelar konferensi pers, padahal justru hal tersebut melanggar aturan social distancing yang ia anjurkan sendiri.

"Sebelum melarang2 orang, mulailah dari diri sendiri dulu @aniesbaswedan.. Biar orang bisa mengikutimu sbg tauladan. Napsu konpers, jadi ga sadar kalo dirinya sendiri melanggar," kata Denny di akun Twitternya, Kamis (9/4/2020).

Sebelumnya, Ketua AJI Jakarta Asnil Bambani menerangkan, berdasarkan pantauan AJI Jakarta dalam konferensi pers yang digelar oleh Pemprov DKI Jakarta di gedung Balai Kota, Selasa (7/4) kemarin, jurnalis dan narasumber yang hadir membentuk kerumunan.

"Berdasarkan pantauan AJI Jakarta, sejumlah jurnalis yang hadir membentuk kerumunan, begitu pula dengan narasumber yang hadir di acara tersebut. Para narasumber di antaranya jajaran Pemprov DKI, Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, dan instansi terkait lainnya. Sebelumnya mereka dalam forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) menggelar rapat tatap muka di gedung yang sama," kata Asnil dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Rabu (8/4/2020).

Menurutnya, pengumpulan wartawan itu tidak sesuai dengan imbauan gugus tugas percepatan penangangan COVID-19 untuk melakukan physical distancing yang digaungkan juga oleh pemerintah. Dia meminta siapa pun menaaati aturan itu di tengah pandemi Corona.

"Kegiatan pengumpulan massa seperti ini kontraproduktif dengan imbauan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 serta kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran COVID-19, yang di antaranya menggarisbawahi pentingnya menjaga jarak fisik," ujarnya.


   
   
   

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Irawan.H.P