• News

  • Bisnis

Cadangan Devisa Masih Memadai, Pemerintah Seharusnya Tak Buru-buru Terbitkan SUN Global

Ilustrasi surat utang atau bonds.
Ilustrasi surat utang atau bonds.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia memprediksi defisit anggaran Indonesia akan melebar karena besarnya biaya yang digelontorkan pemerintah untuk penanganan dampak virus corona atau COVID-19.

Sementara, penerimaan negara diyakini akan anjlok karena harga komoditas yang terjun bebas dan diperberat dengan penurunan permintaan atau konsumsi dari dalam negeri.

Menurut Piter Abdullah Redjalam Direktur Riset CORE Indonesia, potensi pelebaran defisit ini meski diwaspadai pemerintah. Pembiayaan untuk menutup defisit juga harus dilakukan secara cermat, agar ke depan, beban pemerintah tak semakin berat.

Untuk itu, CORE Indonesia merekomendasikan tiga hal dalam pembiayaan defisit fiskal pemerintah:

Pertama, Pemerintah hendaknya mendahulukan penerbitan surat utang atau SUN domestik berdenominasi Rupiah dengan mengutamakan skema pembelian oleh Bank Indonesia.

Sentimen pasar keuangan global saat ini masih sangat negatif akibat ketidakpastian yang dipicu oleh pandemi covid-19, yang berarti minat pembeli sangat rendah.

Ia juga mengatakan, penerbitan SUN Global di tengah kondisi ini akan memaksa pemerintah meningkatkan insentif berupa bunga kupon yang lebih tinggi dan atau tenor yang sangat panjang.

"Itu terbukti dengan diterbitkannya SUN global bertenor 50 tahun baru-baru ini. Padahal, penerbitan SUN domestik dengan pola pembelian oleh BI memungkinkan pemerintah untuk menetapkan suku bunga atau kupon SUN yang lebih rendah dengan tenor yang wajar," katanya, dalam keterangan tertulis, Kamis (9/4/2020).

Pemerintah seharusnya tidak akan dibebani oleh pembayaran bunga SUN yang tinggi dalam kurun waktu yang panjang jika itu dilakukan.

Selain itu, ekspansi moneter yang terjadi melalui pembelian SUN Domestik oleh BI diyakini tidak akan mendorong peningkatan inflasi yang berlebihan karena tekanan inflasi di tengah wabah Covid-19 cenderung menurun akibat rendahnya permintaan.

Rekomendasi kedua Terkait tekanan nilai tukar CORE Indonesia merekomendasikan pemerintah untuk tidak terburu-buru menambah supply dollar dengan menerbitkan SUN Global.

"Posisi Cadangan Devisa saat ini relatif masih cukup besar untuk membiayai intervensi Bank Indonesia dalam rangka stabilisasi nilai tukar," katanya.

Selain Cadangan Devisa, Bank Indonesia juga memiliki second line of defense berupa fasilitas pinjaman IMF, perjanjian kerjasama
swap arrangements dengan beberapa bank sentral, serta yang terakhir fasilitas Repo Line dari The Fed.

Terakhir, meskipun penerbitan SUN Global dibutuhkan karena kita memang kekurangan dollar akibat menurunnya ekspor, CORE Indonesia merekomendasikan penerbitan SUN Global dilakukan ketika wabah covid-19 sudah mereda dan sentimen pasar mulai pulih.

"Di tengah kebijakan moneter global yang cenderung menurunkan suku bunga maka penerbitan SUN Global berpotensi mendapatkan permintaan yang tinggi pada bunga kupon yang lebih baik, dengan tenor yang wajar," jelasnya.

Editor : Irawan.H.P