• News

  • Peristiwa

Bantah Napi Asimilasi Bakal Tebar Teror, Yasonna: Cerita Horor Sudutkan Kebijakan Humanis

Ilustrasi tahanan di dalam penjara.
eveningreport
Ilustrasi tahanan di dalam penjara.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly menyesalkan beredarnya penyebaran berita bohon atau hoaks terkait narapidana yang menjalankan asimilasi di rumah.

Dalam hoaks yang beredar, disebutkan bahwa akan ada gelombang besar narapidana yang siap menebar teror terhadap keamanan masyarakat usai mereka dikeluarkan dari penjara.

"Cerita horor tentang pengulangan tindak pidana yang dilakukan oleh narapidana seolah-olah ingin menyudutkan kebijakan yang humanis ini. Memang terdapat 21 laporan terkait pelanggaran kembali, namun ini sangat kecil jumlahnya jika dibanding dengan 38 ribu orang yang dikeluarkan, tidak signifikan," tegas Yasonna, seperti dikutip dari keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (27/4/2020).

Ia juga menegaskan bahwa kebijakan pengeluaran narapidana dan anak melalui Permenkumham Nomor 10 Tahun 2020 tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, baik yang berada di atasnya maupun yang sederajat.

Menurutnya, para narapidana tersebut bukan serta merta dibebaskan, melainkan tetap menjalani pembimbingan dan pengawasan oleh Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan bersinergi dengan kepolisian.

"Kembali kepada cita-cita para founding fathers kita bahwa tembok hanyalah sebuah alat, bukan tujuan pemasyarakatan. Usaha pemasyarakatan tidak hanya bergantung pada kokohnya tembok atau kuatnya jeruji. Pemasyarakatan adalah segala bentuk usaha untuk mengembalikan para pelanggar hukum ke tengah-tengah masyarakat, maka dari itu kedudukannya bukanlah terpisah dari masyarakat itu sendiri," pungkasnya.

Editor : Irawan.H.P